Film Merantau, film yang menceritakan tentang perjalanan Yuda seorang petarung silat harimau yang merantau ke ibukota, di mana dia bertemu dengan Astri. Seorang gadis yang terjerumus dalam cengkraman Johni dalam dunia hitam, yang hampir saja dijual-trafficking yang diotaki Ratger dan Luc (bule – WNA). Sebuah bentuk kejahatan modern saat ini yang masih terjadi di negeri tercinta ini.
Sebuah film yang layak ditonton, selain juga mendapat penghargaan dari internasional sebagai film silat terbaik. Namun, tidak ada karya manusia yang sempurna. Di film Merantau terdapat sebuah keganjilan-keanehan (kesalahan) kecil. Namun kesalahan ini tidak mengganggu jalan cerita, namun cukup menggelitik.
Di saat adegan yang bersetting di apartemen Ratger-Luc, setelah keduanya beradu mulut yang diakhiri dengan adegan pemukulan gelas ke kepala. Setelah beberapa saat, Johni mengetuk pintu dan masuk. Johni serta merta mengajak 3 orang anak buahnya, dan yang terakhir masuk adalah Eric, kawannya Yuda yang ketemu di bus dan bercengkerama dalam perjalanan menuju Jakarta.



Saat Eric masuk, dia berada di posisi terakhir (belakang). Dia menutup pintu sampai daun pintu benar-benar tertutup (diperkuat oleh suara pintu yang tertutup). Jadi posisi rombongan ketika masuk adalah Johni-bodyguard yang memakai kemeja-bodyguard yang memakai kaos biru gelap-Eric.



Setelah berbaris rapi, dan terjadi adegan perkataan si bos besar (Ratger ato si Luc ya??) yang marah-marah. Dan setelah selesai, si bule menyuruh Johni dkk keluar. Johni dkk keluar dengan susunan sebagai berikut : bodyguard yang memakai kemeja-Eric-bodyguard yang memakai kaos biru gelap-Johni.



Di sinilah terjadi keganjilan. Pintu kamar ternyata telah terbuka lebar sekali (sampai menyentuh dinding). Bukankah sebelumnya tadi pintu ditutup rapat oleh Eric (diperkuat dengan latar belakang suara pintu yang tertutup rapat). Saya beranggapan pintu “telah terbuka karena tidak sengaja” yang tidak disadari ketika proses pembuatan film.




Jika ada anggapan bahwa pintu dibuka oleh bodyguard berkemeja sebagai orang yang paling depan ketika keluar ruangan, hal itu tidak mungkin. Diperhatikan dari langkah kaki terlihat bahwa orang pertama terlalu jauh dari daun pintu. Dan juga orang pertama tidak melakukan gerakan yang mengindikasikan dia yang membuka pintu (seperti badan yang mundur ke belakang sedikit setelah membuka pintu sebagaimana lazimnya orang membuka pintu). Rombongan itu langsung berjalan keluar tanpa hambatan apapun-dan tanpa membuka pintu. Itulah sebuah keanehan yang terjadi dalam film Merantau. Terlepas dari itu semua, film ini tetap sangat membanggakan dan sangat layak ditonton dibanding tayangan sampah lainnya yang masih beredar di negeri tercinta ini.