Archive for the ‘Sajak Hati’ Category

Siang di lampu merah

18 February 2011
siang terik..
kukejar lampu kuning itu..
sial, ternyata tidak sampai..
lampu merah, menyala menertawakanku dengan pongah..
lampu lalu lintas jalan solo jogja
tak berapa lama,
seorang gadis kecil..
mulai menghampiri antrian ini..
“kicik-kicik” yang mulai diayunkan,
dengan suara yang terdengar sumbang..
beradu dengan suara mesin kendaraan..
berharap rupiah berpindah tangan..
dari para dermawan-dermawan yang tengah kepanasan..

bukankah kamu seharusnya sedang duduk di bangku sekolah, dik?
belajar bersama bapak ibu gurumu..
bermain bersama teman-teman sebayamu..
bukan di perempatan ini, berpayung terik sinar matahri..

apakah karena kondisi ekonomi..
apakah memang tuntutan lingkungan..
atau memang jalan nasib..
dalam benakku berdebat tentang ini..
entahlah..

tak terasa, lampu merah telah berganti..
sinar hijau redup itu seakan menjadi tanda..
mempersilahkan kami melanjutkan perjalanan..
dan kulihat adik itu kembali berteduh,
di balik bayang tiang lampu lalu lintas..

Ketika waktu berlalu..

29 August 2010
6 tahun sebenarnya kita bersama,
berada dalam satu sekolah.
3 tahun di smp, 3 tahun di sma,
namun hanya 2 tahun terakhir kita bersama dalam satu kelas.

smp,..
ku tidak pernah mengetahui siapa kamu.
tidak peduli akan dirimu.
apakah aku akan mengenalmu di masa mendatang.
kita di peredaran kelas yang berbeda.
kamu 1D – 2A – 3D..
sementara aku, 1B – 2C – 3B
de jure kita satu almamater,
de facto ku tak mengenalmu,
hanya ku tahu kamu di situ.

sma,..
tahun pertama kita beda kelas, aku di G dan kamu di B..
seharusnya bisa satu kelas kita,
tapi entah mengapa aku terlempar jauh..
tahun kedua dan ketiga kita satu kelas,
xi A3 dan xii A3, kelas yang cukup bergengsi pada waktu itu.
tak pernah kutahu kamu mempunyai rasa padaku,
karena aku tidak pernah peka terhadap perasaanmu.
dan bertepatan dengan itu,
kuputuskan menjalin hubungan dengan wanitaku,
dan tentu saja wanitaku itu temanmu.

ternyata umur relasi itu tidak berlangsung lama,
ketika rasa bosan dan semu menghampiri hatiku,
meyakinkanku bahwa hubungan itu palsu.

tahun terakhir,
ketika kamu mendapat cobaan,
yang teman-teman tidak pernah menduganya.
kutengok dirimu terbaring lemah,
mengembangkan senyum sendu terhadapku,
untuk membiaskan rasa sakit yang menderamu.

aih, cantik sekali kamu waktu itu,

paras wajah yang ayu sayu..

berai rambut panjangmu..

biarlah orang menganggapmu apa,
namun senyum itu tetap tertulis di ingatanku.

1 bulan?? mungkin..
kamu kembali berkumpul di kelas,
suatu waktu saat istirahat,
kamu duduk di bangku, tidak keluar kelas.
mungkin kamu ingin istirahat,
aku tidak menanyakan itu, tidak penting bagiku.
aku duduk di sebelahmu,
mulai membuka sedikit pembicaraan,
dan akhirnya kudendangkan lagu,
walaupun suaraku bergetar,
tapi makna lagu itu jelas mengungkapkan perasaanku.

selang beberapa minggu,
ku beranikan diri mengungkap perasaan hati kepadamu..
bodoh?? nekat?? mungkin, namun itu sudah terjadi..
saat pelajaran olahraga,
waktu lari pemanasan keliling lapangan,
ku hampiri dirimu, dan ku tanya bagaimana.
sebuah gelengan kepala lemah,
cukup menjawab penasaranku saat itu.

sekarang,
kita di kota yang sama, namun almamater berbeda.
beberapa tahun kita jalan bersama,
walaupun tidak pernah ada kejelasan hubungan kita.
harapanku selalu timbul tenggelam,
mungkin harapanmu juga sama,
namun ku tak pernah menyatakan ulang perasaanku.

Ketika waktu berlalu
tapi,
harapan itu kembali pupus,
ketika kamu kembali bersanding dengan pujaan hatimu,
yang ternyata seorang temanku yang bersama selama 6 tahun juga.
teman yang suatu waktu kuanggap tidak setia kawan,
karena tidak mau berganti kursi bus denganku,
ketika perjalanan wisata ke bali.
ah, teman sialan..
tapi itu, hanya urusan pribadiku dengannya saat sma.
tidak ada sangkut paut dengan ini.

sekarang,
hubungan kita menjauh,
aku muak denganmu,
karena masalah janji yang tidak pernah kamu tepati,
karena masalah waktumu yang selalu rancu,
kuharap kamu dapat memperbaikinya.

dan mungkin ketika suatu hari janur kuning milikmu melengkung,
disaat itu aku harus benar-benar melupakanmu.
karena kamu bukan siapa-siapa lagi untukku,
“bukankah kita teman??”, tanyamu padaku.
“entahlah.. aku masih muak denganmu..”
mungkin status “teman” kita bekukan saja,
sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

semoga kamu bahagia dengannya..
semoga kamu mendapatkan pendamping yang sepadan untukmu..

dan mungkin kamu tidak akan pernah membaca sajak lepas ini..
karena kamu tidak pernah mengetahui alamat ini..
tidak akan pernah kutulis sajak ini di note-ku..
biar waktu yang menuntunmu ke tulisan ini..

Tidurlah dengan Waktu

18 July 2010

malam itu
smsmu kembali masuk ke hapeku
dua sms panjang, kembali menjelaskan
semua pengakuan sesalmu,
yang selalu mempermainkanku

terlambat!!
diri ini terlanjur mengunci
kata maaf untukmu
yang berulang mengulangi
kesalahan yang sama

ketika janji yang kamu ucap
tiada realisasi, semua menguap
dan seperti biasanya
kamu berlindung dibalik kesibukanmu
kamu berlindung dalam satu kalimat
“kamu sahabatku.. aku g pengen kehilanganmu..”

SAMPAH!!!
belajarlah mengenal waktu!!
tidurlah dengan waktu!!
agar kamu mengenal karakter waktu!!
betapa waktu itu sangat berharga,
ketika kamu sadar tidak bisa mengulanginya!!!

bermainlah dengan waktu!!
berbagilah dengannya!!
bercintalah dengannya!!
betapa susah meluangkan waktuku!!
namun mudah bagimu mempermainkannya!!

tadi malam
status “in relationship” itu kembali muncul.
setelah sempat sendiri kini kembali.
tersenyum sinis diri ini..
betapa mudahnya kau berganti..
dari satu sisi ke yang lain.

- sebuah luapan emosi yang telah terpendam beberapa tahun..
once again, u just annoying girl!!

Lulus

27 April 2010

raungan knalpot sepeda motor itu menggelegar..
klakson sepeda motor juga sama..
teman-temanku konvoi..
memakai seragam kebesaran,
yang telah tercorat-coret tulisan “lulus”, dari pilox..
menyusuri jalan, berkeliling kota
menyuarakan gempita kelulusan ujian nasional..

raungan tangisku tak terdengar..
tenggelam oleh deru knalpot-knalpot itu,
aku,…
aku,…
aku tidak lulus,
vonis yang kuketahui dari selembar kertas yang ditempel di papan pengumuman..
suara tangis tercampur jadi satu..
tangis syukur, tangis sendu tidak dapat dibedakan..
namun tangisku, tangis pilu..

senyuman sinis timbul dari segelintir orang..
beberapa raut muka bodoh kulihat,
“untung waktu saya sekolah nggak ada UAN, hanya ebtanas”,
“untung standar nilai kelulusan belum setinggi sekarang waktu saya uan dulu..”
itulah pemikiran picik yang saya tangkap dari raut-raut muka itu,
pemikiran ikut bela sungkawa atas keadaan ini..

teringat orang tua yang telah bekerja keras,
berusaha menjadikan anaknya untuk lebih mapan keadaannya.
yang lulus, bingung mau ke mana..
kuliah, mahal segalanya..
kerja, mau jadi apa..
aku yang belum lulus..
teringat wajah emak, bapak,
yang selalu mewantiku agar dapat dijadikan contoh baik bagi adikku.
kebanggaan keluarga..

raungan konvoi motor masih menggema di jalanan kota..
sayup-sayup terdengar sirene polisi..
pasti jadi tontonan menarik bagi warga..
sebuah aksi kejar-kejaran seperti di film,
polisi kejar berandal..
tapi ini berandal berseragam, yang mengacaukan ketertiban kota sesaat..
bukan polisi yang lewat, sirene ambulance ternyata..
konvoi kelulusan tersebut, memakan korban.
seorang siswa terkapar di jalan..
merah darah yang keluar dari kepalanya,
ikut mewarnai seragam yang dikenakannya..
ah sayang, niatnya mau senang-senang,
malah namamu yang akan dikenang.
mati konyol ini namanya..

apa aku menemani dia saja ya??
bercengkerama di sana..
menertawakan pendidikan negeri ini,
menjadi pengamat pendikan dadakan dari lain dunia..
yang tidak pernah didengar,
tidak digubris oleh bapak-bapak terhormat.
kuingat pisau di dapur,
atau tali jemuran di halaman belakang.
sarung bapak, ato selendang emak..
siapa tahu besok jadi berita utama di media-media..
atau jadi tren terbaru setelah pengumuman uan..
dan akhirnya uan dihapus,
karena tren yang kupelopori ini
diikuti teman-teman senasib seperti aku..
aku jadi pahlawan..
haha..

sebuah pikiran picik baru saja terlintas di benakku..
aku menyerah oleh keadaan kalau begini namanya..
berarti aku kalah untuk yang kedua kalinya..
ah, sial..

-untuk teman-teman yang bertemu dengan uan-

Bukan Dirimu

16 April 2010

bukan dirimu yang kunanti, kamu harus tahu itu!!!
tapi hatimu, serta tulusnya cintamu!!
atau bahkan bukan keduanya!!

mungkin kamu tertawa, dengan mengungkapkan status “in relationship” itu..
atau karena terpaksa, saat kugantungkan cintaku padamu..
seharusnya aku yang tertawa atas kebodohan diriku
menanti dirimu bersanding denganku.
tapi kamu harus tahu,
aku pernah memintamu secara sadarku, menemani hingga matiku!!

bodoh memang kita!!
disaat kosong tidak saling mengisi.
namun ketika kamu terisi, kuharapkan itu hanya sebuah ilusi!
walaupun kamu pasti merasa nyaman, kupastikan itu,
ketika dua pria berada di hatimu!
satu terpisah jarak namun dalam satu hati
yang lain di sisi, namun hanya sebuah pengisi..
ya, aku hanya pengisi kekosongan hatimu,
hatimu yang merana karena siksa cinta yang pemiliknya tak terlihat di mata.

tapi kutahu, itu hanya sebuah pengkhianatan sesaat untuk cintamu.
ketika status itu kamu sandingkan dengan bangga di profile-mu!!
karena dengan tegas, ku juga bosan dengan semua ini!!
bosan dengan ketidaktegasanmu, antara diriku atau dirinya!!

bunuh sekalian saja cintaku!!
jangan pernah beri kesempatan benih cinta ini bersemi kembali!!
bosan aku dengan rasa yang timbul tenggelam ini!!

kamu harus tahu ini!!
bahwa bukan dirimu yang kunanti,,
tetapi hatimu, beserta tulusnya cintamu..
atau mungkin bukan milikmu, namun miliknya..
dia yang sedang kucari..

-untuk gadis yang menyebalkan, u just annoying girl!!-

Coretan Ringkas..

27 December 2009

dalam kuresapi arti ini..
tidak pernah terpenuhi apa yang kucari
silih berganti masalah menghampiri..
menemani hidup di setiap sisi
mengais dalam pekatnya hitam..
untuk menemukan sebuah pemecahan

ketika hati berteriak tentang sebuah nama..
apa daya kenyataan tidak seirama
ketika kutemukan sebuah pengganti..
apa daya ketika harus menanti

kembali ketatanan dasar kehidupan..
bahwa hidup berdasarkan kata “cukup”
bukan untuk berlebihan atau kekurangan..
asal semua aspek tercakup

akan tiba masa kita berada di atas..
merasakan sesuatu yang lebih berkelas
tetapi ada saat kita di bawah..
berjuang keras bersimbah darah, di kawah

yakin bahwa tidak ada yang sia-sia..
sehingga hidup ini mempunyai makna..
sebagai bekal di alam sana…

coretan ringkas di kelas….

Menatapmu mengharapmu..

11 June 2009

aku menatapmu dari belakang..
ya, kamu berada di depanku..
takkan menoleh lagi kepadaku..
tak apa, aku sudah biasa..
tak akan aku meminta..

tapi, kamu pernah di belakangku..
menatapku..
aku senang mendengarnya..
tanpa ada apa-apa..
tapi itu sudah berlalu..

sekarang aku yang begitu..

/*ku senang ketika kita jalan berdua,
walupun ku tahu, tanpa ada rasa :D */

Sajak Abu-Abu

30 April 2009

asaku bersamu, ketika berseragam putih – abu2..

semua angan berlalu..
mimpi yang ingin kugapai telah sirna seiring berjalannya waktu..
rangkaian kasih untukmu membeku..
setelah aku melihat kamu, dengan kekasihmu..

lama tanpa berita, tegur sapa..
semoga citamu terlaksana,
mengikuti jejak kakakmu tercinta..
selamat tnggal *o****..

haha.. :)

20.47

10 April 2009

bingung aku..
di antara kumpulan manusia2 yang sedang senang..
pencampakkan yang mengerikan..
kebingungan yang tak terelakkan..
antara apa saja yang baru terjadi..
kebohongan orang yang kujunjung tinggi derajatnya..
ah….
aku tidak tahu, kuanggap tidak ada yang menahu..
mencari masa depan..
di antara angin suram yang dialirkan kipas..
di antara 2 wanita yang mengintervensi udara di ruang ini..
ah..

/*ada yang disembunyikan??*/


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.