Jogja Game Expo
10 March 2011
Siang di lampu merah
18 February 2011kukejar lampu kuning itu..
sial, ternyata tidak sampai..
lampu merah, menyala menertawakanku dengan pongah..
seorang gadis kecil..
mulai menghampiri antrian ini..
“kicik-kicik” yang mulai diayunkan,
dengan suara yang terdengar sumbang..
beradu dengan suara mesin kendaraan..
berharap rupiah berpindah tangan..
dari para dermawan-dermawan yang tengah kepanasan..
bukankah kamu seharusnya sedang duduk di bangku sekolah, dik?
belajar bersama bapak ibu gurumu..
bermain bersama teman-teman sebayamu..
bukan di perempatan ini, berpayung terik sinar matahri..
apakah karena kondisi ekonomi..
apakah memang tuntutan lingkungan..
atau memang jalan nasib..
dalam benakku berdebat tentang ini..
entahlah..
tak terasa, lampu merah telah berganti..
sinar hijau redup itu seakan menjadi tanda..
mempersilahkan kami melanjutkan perjalanan..
dan kulihat adik itu kembali berteduh,
di balik bayang tiang lampu lalu lintas..
Blooper Biskuat – Laskar Fabregas
31 January 2011Perhatikan pada potongan videonya dalam format image di bawah ini (perhatikan tulisan kanan bawah).
Semoga ke depannya, semakin maju dan kreatif lagi iklan-iklan di negeri kita ini. Dan tentunya kesalahan-kesalahan dapat diminimalkan bahkan sampai tidak ada kesalahan. Majulah dunia periklanan Indonesia..
Ini bukan offence ke pihak manapun, hanya sebuah ulasan tentang blooper yang tidak sengaja ada dalam sebuah tayangan.
Tiga Semester
20 January 2011Teringat ketika tahun kedua saya di kampus, saat berkumpul dengan tetua-tetua kampus, dan tentunya sedang bercanda tentang TA (TA adalah bahan candaan di kampus bagi teman-teman saya yang sudah mengambil TA). Salah seorang alumni yang masih sering malang melintang di kampus, memberi gambaran tentang waku penyelesaian TA. “1 bulan anda mengurung diri di kamar dan mengerjakan skripsi pasti selesai.” Saat mendengarkan penjelasan itu, dalam benak saya berkata “WOW!! Ternyata cepat juga ya ngerjakan TA.” (dalam pemahaman ane, TA = Skripsi, walaupun sepertinya berbeda..
)
Atau saat di lain waktu, saya bertemu dengan kakak tingkat yang juga sedang mengambil skripsi. Dia berkata, “Kalau sedang ngerjain skripsi gini, kalo disuruh buat tabel penjadwalan, aku pasti akan mengalokasikan 3 bulan untuk mengumpulkan semangat.” Dan tentunya kami semua yang mendengarkan tertawa.. Itulah yang sering kami sebut dengan guyon tugas akhir.. (candaan TA)
Dan ketika saya mengalaminya, ternyata mengerjakan Tugas Akhir (TA) memang merupakan suatu pengalaman yang tidak akan pernah dapat dilupakan. Kadang menimbulkan sikap pesimis tentang tugas akhir yang sedang kita kerjakan, di satu sisi menimbulkan sikap optimis bahwa tugas akhir yang kita kerjakan mampu selesai.
Saya pribadi mengambil mata kuliah tugas akhir selama 3 semester. Di semester pertama saya mengambil tugas akhir, saya masih mengambil 21 sks mata kuliah lain (karena tugas akhir ini saya ambil lebih awal 1 semester). Dalam benak saya, tugas akhir saya bisa saya kerjakan sambil kuliah dan praktikum. Ternyata kenyataan berkata lain, saat mengajukan judul ke dosen pembimbing, beliau berkata bahwa judul itu sudah sering di ambil dan dengan sukses saya pun diminta cari judul lain. Di saat itulah, saya melepas beban tugas akhir saya dan berkonsentrasi ke 21 sks mata kuliah lain yang sedang saya ambil agar mendapat nilai maksimal.
Di semester berikutnya, saya mengajukan judul baru dan disetujui oleh dosen pembimbing saya. Saat itulah saya mulai benar-benar berkonsentrasi dengan tugas akhir saya. Antara laporan dan sistem bergantian saya kerjakan. Saat pikiran buntu, jalan-jalan saya lakukan, untuk melepas penat. Atau bertukar pikiran meminta pendapat dengan teman atau kakak jika menemui masalah dengan tugas akhir saya. Bukan namanya tugas akhir jika di tengah jalan tidak ada hambatan. Dosen pembimbing saya, ternyata dalam perjalan membimbimbing harus berhenti di tengah jalan dikarenakan beliau yang melanjutkan study ke negera impian saya bisa berkunjung ke sana (dibaca : inggris). Dan masa rehat mengerjakan tugas akhir pun di mulai lagi, karena saya harus mengurus perpindahan dosen pembimbing baru. Sekitar 3 minggu mungkin ada waktu rehat tersebut, lumayan lah..
Setelah sidang, cepat-cepat revisi dan alhamdulillah berjalan lancar. Kemudian mengurus yudisium dan pendaftaran wisuda. Jadi sekarang saya bisa kembali ke kehidupan normal saya.
Kembali (berusaha) blogging lagi setelah beberapa bulan saya memutuskan untuk berhenti sejenak post di blog dan (berusaha) berkonsentrasi dengan tugas akhir saya.
(Kecuali post tentang merapi sebelumnya, saya memang memutuskan untuk menulis itu sesegera mungkin setelah merapi erupsi..
Selama mengerjakan tugas akhir ini, tentang laporan yang saya tulis, ternyata menghabiskan sekitar 1000 buah lebih kertas (A4) ato sekitar dua rim lebih. Dengan rincian, saya konsultasi dengan membawa setiap bab, maksudnya selesai bab 1 maka bab 2 dst sampai daftar pustaka dengan total 134 halaman. Setelah di setujui untuk di ujikan, saya mencetak 4 buah laporan tugas akhir baru (lengkap dengan daftar isi dan lain sebagainya). Di mana 3 buah untuk dikumpulkan sebagai syarat pendaftaran sidang ujian tugas akhir dan 1 buah untuk saya sendiri. Di mana 1 buah laporan setebal 151 halaman. jadi totalnya 604 buah kertas. Saat menunggu hari H, saya merevisi salah satu bab saya, karena ada kesalahan (untuk tidak merubah penomoran halaman). Saya mencetak 29 halaman x 4 = 116 buah. trus saat revisi saya mencetak 1 buah laporan setebal 150 halaman, dan setelah di setujui saya mencetak 1 lagi juga setebal 150 halaman juga. Dari sini, saya belajar berhitung, berapa total kertas yang saya habiskan dalam proses tugas akhir ini. Dengan rincian berikut : laporan pre acc 1 buah, laporan acc 4 buah, bab 4 perubahan 4 buah, revisi 2 buah. Totalnya = 134 + 604 + 116 + 300. Jadi total kertas yang saya habiskan adalah sekitar 1154 lembar atau sekitar dua rim lebih. Itu total yang ane ingat detailnya, mungkin masih ada lembaran-lembaran lain yang belum terhitung. Jumlah yang lumayan juga untuk diloakin..
Terlepas itu semua, saya tetap berucap syukur alhamdulillah atas semua yang terjadi. Saya juga berterima kasih kepada Allah swt, orang tuaku, mbak, saudara2 ku, nona manisku yang special..♥♥♥
, teman-teman dan pihak-pihak yang mambantu saya secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan laporan tugas akhir saya ini.
Ok, itu saja yang saya ingin bagi kali ini dalam tulisan ini..
Kalo ada tambahan, pasti saya tambahkan. Kalo ada kekurangan, maka saya akan diam saja.. haha.. Semoga bermanfaat bagi anda yang membaca..
Sebuah kata bijak yang penulis dengar dari teman di kampus, berguna bagi anda yang sedang menempuh tugas akhir
“tugas akhir itu seperti lari marathon. tidak akan berhenti jika anda belum mencapai garis finish.”
Awu…
26 November 2010
Awu, sebuah kata dari bahasa jawa yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah abu. Dan Awu juga, sebuah nama yang diberikan kepada seekor anak kucing yang berada di pos relawan ugm di mugkid magelang. Sebuah seloroh dari seorang kawan, “Wu, haruse kamu di dapur umum, kenyang.. Bukan disini.. Adanya mengeong terus…” Saya benarkan juga perkataan tersebut, jika saja awu tersebut datang ke dapur umum yang jaraknya tidak seberapa jauh, pasti selalu kenyang.
Beberapa hari di derah Mungkid, sungguh terasa bagaimana hujan abu yang lebat dapat membuat rutinitas harian warga mau tidak mau harus berhenti. Pepohonan, persawahan, jalanan dan bangunan yang terutup debu menjadi saksi bisu kedigdayaan abu mrapi. Pepohonan serasa ikut berduka dengan mengatupkan ranting-rantingnya. Bangunan yang struktu bangunannya tidak kuat dapat ambruk karena tidak dapat menahan beban abu yang terakumulasi.
Seperti dalam pendapat saya yang telah saya kemukakan, semua elemen warga bersatu. Pemerintah (daerah), TNI dan masyarakat bahu-membahu melakukan apa yang mampu dilakukan di daerah bencana untuk meringankan korban. Pemda maupun kelompok lain melakukan pendataan pengungsi dan kebutuhannya untuk menyajikan data yang akurat bagi para dermawan yang ingin membantu. Serta melakukan pendataan bantuan yang tersedia/diberikan dari instansi tertenti yang kemudian disalurkan ke posko pengungsian yang membutuhkan. Atau instansi tersbut cuma mau data dan langsung menyerahkan bantuan langsung ke poskonya.
Dari TNI, unsur Bekang membuat dapur umum di lapangan Mungkid untuk menyuplai kebutuhan makan pengungsi di sekitaran Mungkid. Sementara jika tidak salah, dari Kostrad bahu membahu membersihkan jalan (kalo boleh sebut, mungkin jalan2 utama), tidak lupa sebuah mobil berat (entah namanya apa) dari Zeni AD ikut membersihkan jalan dari abu yang menumpuk. Rombongan ibu-ibu (PKK mungkin), mahasiswa turun membantu di dapur umum. Mengupas bahan makanan untuk dimasak menjadi pemenuhan kebutuhan makan pengungsi.
Semoga bancana segara meninggalkan negeri ini agar semuabisa kembali seperti sedia kala.
#prayforindonesia
Ketika Bencana Melanda (Indonesia)
26 November 2010
TNI yang pasti selalu turun membantu dalam setiap bencana. Banyak yang bertanya kenapa TNI ikut serta? Bukankah mereka bertugas untuk menjaga kedaulatan negara? Setahu saya, TNI dalam pelaksanaannya memiliki tugas non perang, dalam artian ini TNI dapat di turunkan ke lokasi bencana untuk membantu korban bencana.
Masyarakat Indonesia, dalam pengamatan saya, akan secara otomatis dalam satu komando akan melakukan kegiatan penggalangan dana. Entah melaui organisasi desa, lingkungan kerja maupun perorangan. Bantuan yang dapat berupa uang tunai maupun barang semua berusaha dikumpulkan dari dermawan dan disumbangkan ke lokasi bencana.
Harapan saya, semoga bencana tidak kembali melanda negeri ini. Indonesia kembali menjadi negara yang tenang dan aman. Namun jika memang kita harus kembali menghadapi bencana kembali, saya (dan tentu semuanya) berharap sebuah kerja sama yang kompak antar lapisan masyarakat baik pemerintah maupun warga untuk membantu dan meringankan, saudara saudara kita yang sedang tertimpa bencana..
#prayforindoneseia
10 Karakter Penonton Bioskop
12 October 20101. Penonton cari perhatian.
Menurut saya, tipe penonton yang norak dari segi busana, ngobrol dengan kelompoknya dengan suara keras bisa didengar seantero bioskop (bahas sesuatu yang wah), “OMG.. Co basket yang ganteng itu nelpon gue.. Hallo Sammy…”
2. Penonton piknik
Penonton yang ke bioskop full dengan snack dan camilan. Dari awal sampai akhir pemutaran film tidak bisa lepas dari camilan. Krauk, krauk, krauk…. atau Kraus, kraus, kraus…… Hehe..
3. Penonton pacaran
Ini nih, yang selalu dicari-cari penonton bioskop yang jomblo. Atau sebenarnya bisa disebut mengganggu konsentrasi saat menonton. Sembari melihat film, mungkin anda dapat mencari pasangan yang menonton film sambil curi-curi waktu. Paling ringan ya pegangan tanganlah, kalo keterusan paling bisa sampai “adu mulut”. Dan jika terjadi hal seperti itu, coba saja lihat sekeliling penonton yang sedang pacaran, dipastikan ada beberapa wajah-wajah mupeng yang sayangnya tidak keturutan. Hehe…
4. Penonton pembajak
Penonton yang memanfaatkan tiket nontonnya dengan baik. Dengan sekali beli tiket, namun bisa menonton film berulang-ulang. Yang pasti syarat mutlak adalah anda harus memiliki handycam untuk penonton tipe ini. Dan yang pasti hal ini melanggar hukum, jadi jangan menjadi tipe penonton yang ini ya..
5. Penonton spoiler
Penonton yang sudah mengetahui jalannya cerita film dari awal sampai akhir, dan selalu mengatakan apa yang terjadi kemudian dalam film tersebut. “Habis ini sang pria mencabut pistol dan menembak sang wanitanya dari belakang tepat di kepala.” Duduk di samping penonton tipe ini saya sarankan bawa lakban untuk menutup mulut orang tersebut. Haha.
Tipe penonton yang mendedikasikan waktu menontonnya untuk selalu berpikir apa kekurangan dan kelebihan film yang sedang dia tonton. Disatu sisi berusaha menikmati film, disisi lain harus menulis laporan tentang film tersebut. Tapi saya tidak pernah menemuinya sendiri di bioskop.
7. Penonton ponsel
Penonton yang sempat-sempatnya menerima panggilan telepon di dalam bioskop ketika film sedang diputar. Atau memang terpaksa dijawab karena yang menelepon orang penting. Bos, orang tua, atau pacar misalnya.. Hehe..
8. Penonton tidur
Penonton yang sangat dengan rela membuang sejumlah uang seharga tiket bioskop hanya untuk tidur di kursi empuk, dengan ruangan yang gelap dan ac yang super dingin. Atau kalau boleh saya duga, mungkin saja penonton tersebut terlalu lelah untuk menonton setelah ikut mengantri tiket dalam antrian yang cukup panjang..
9. Penonton telmi
Penonton telmi?? Hmm.. Butuh kesabaran besar yag pasti ketika bersama penonton tipe ini.
a : “kenapa kog bisa mati sih??”
b : “ditembak ..”
a : “ow… pakai apa??”
b : “pistol….”
a : “ow… masa sih??? “
b : “$*&!!**&@%$##@”
Mo gimana lagi, sabar saja saya bilang menghadapi penonton tipe seperti ini.
10.penonton perfeksionis
Penonton yang sempurna. Apa yang dia dapat harus sesuai dengan apa yang dia keluarkan. kalo di film tersebut, diceritakan salah seorang penonton (Surya Saputra) yang menemui operator film (Gito Rollies) dan mengatakan bahwa kalau fiter yang sedang diputar tidak fokus gambarnya. Apakah benar?? Saya tidak tahu, yang pasti itulah sifat penonton perfeksionis, semua harus sempurna, tanpa ada satu cela…
Dari 10 karakter tersebut, karekter mana yang sesuai dengan anda ketika menjadi penonton film di bioskop??? Hehe..
Papercraft
8 October 2010Papercraft ini saya ketahui ketika masih awal-awal kuliah, ketika main ke kost teman dan dilihatkan sebuah file papercraft. Yang semula saya ketahui adalah hanya actionfigur tokoh-tokoh anime japan, gundam (yang ini sepertinya sangat susah dibuat), maupun tokoh-tokoh game yang popular. Namun sekarang, saya mengetahui banyak juga papercraft untuk transformer, pesawat tempur, tank dan kapal selam pula..
Namun, karena keterbatasan waktu saya hanya selalu membuat Gundbound dragon, karena cukup simple dan mudah (tidak butuh banyak kertas, hanya dua buah saja, haha…) Dan sudah tiga kali saya membuatnya dan semuanya telah berpindah tangan ke teman-teman saya.. Ya sudahlah, (kalo sempet) besok buat lagi.. Lha ini saja buat “Anbu Mask”-nya Kakashi belum selesai. Padahal hanya tiga halam pola dan pola yang digunting besar-besar pula, namun kembali pada rasa malas saya yang lebih besar, akhirnya saya tunda dulu saja.. Hehe..
Dengan sedikit sentuhan kreatif, papercraft sepertinya bisa menjadi pilihan untuk diberikan kepada teman sebagai kado.. Mumer alias murah meriah, namun bermakna.. Hehe..
GPK
27 September 2010Namanya saja anak-anak, yang penuh dengan masa-masa bermain, sholat berjamaah pun menjadi arena bercanda bagi kami. Hehe.. Mulai dari saling melorotkan sarung yang kami pakai, atau menirukan suara imam di depan. Tentu saja, kita mulai sholat di posisi mana, ketika salam terucap dari mulut imam, posisi kami pun sudah bertukar tak tentu. Kami salam pasti sembari menahan ketawa akibat ulah yang kami lakukan sesaat tadi.
Sesaat saja pikiran ini kembali ke masa kecil, berusaha mengingat secara detail, walaupun yang kudapat hanya cerita secuil…
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
7 September 2010sebentar lagi lebaran…
bukan begitu salah lagunya..
lebarannya sebulan lagi…
sebuah potongan lirik lagu yang dibawakan bimbo dan yang pernah di bawakan oleh band jenaka TeamLo dengan lirik yang diganti..
Tidak terasa sebentar lagi bulan puasa tahun ini akan berakhir, Hari Raya Idul Fitri di sudah depan mata. Dan bagi umat muslim yang menjalankan ibadah puasa, akan serasa seperti dilahirkan kembali. Menjadi pribadi yang kembali bersih jiwanya setelah selama kurang lebih sebulan ditempa untuk menahan hawa nafsu dan perbuatan tercela lainnya.
Dan ketika Idul Fitri menjelang, sebuah tradisi tahunan mudik lebaran pasti akan dilakukan sebagian masyarakat Indonesia. Dengan bertujuan menyambung silaturahmi bagi yang putus, maupun mengeratkan kembali hubungan yang telah renggang dengan sanak saudara famili di kampung halaman.
Dan ketika tradisi ini ingin dilakukan, maka segala macam persiapan dan cara akan ditempuh. Mulai dari dana yang harus disediakan maupun memilih sarana transportasi yang akan digunakan. Kendaraan umum atau pribadi sama saja, yang penting sampai ke tujuan mungkin inilah yang di amini banyak orang.
Bagi yang membawa kendaraan pribadi, entah mobil atau motor selalu safety riding di jalan. Berjalan pelan di jalur kiri, kanan hanya untuk mendahului. Dan saran saya jika anda akan melibas jalur solo-jogja, jalur yang datar, mudah dilalui. Hanya selalu waspada terhadap kendaraan umum seperti bus yang meminta jalan, lebih baik mengalah jika ada kejadian seperti itu. Jika terasa capek dan ngantuk, beristirahat terlebih dahulu, karena jika dipaksakan akan membahayakan diri sendiri atau pengguna lain.
Sekali lagi, lebih baik terlambat beberapa saat namun selamat, daripada tergesa-gesa namun sengsara.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H.

