Sajak akhir tahun 2015

31 December 2015

Saat tahun tersisa hitungan hari
Saat asa belum sepenuhnya tercapai
Lepaskanlah kepenatanmu sejenak kawan…

Bukan salahmu jika masih berpeluh
Asalkan jangan pernah mengeluh
Karena langit tidak akan pernah runtuh
Tetapi mereka dapat selalu disentuh.

Dengarkan, suara petasan dan terompet akan
beradu
Layaknya mereka bermain gundu
Tidak ada suasana sendu
Mereka akan bergembira bersenandung du du
du..

Sejenak dipergantian tahun ini,
Renungkan semua yang telah terlewati dan dilewati.
Kehidupan bukan suatu hal yang harus disesali.
Karena sebuah pilihan yang harus dijalani.
Suka atau tidak, selalu ada resiko mengikuti
Tinggal kita belajar untuk mengakrabi.

Tak lupa doa kita ucapkan
Sebagai pengingat bahwa kita sebagai ciptaan-Nya
Untuk meminta segala sesuatu yang telah dijalani,
Mendapat ridho dan ampunan-Nya
Serta langkah kecil kita yang akan menapak,
Agar selalu dijaga didalam jalan-Nya.

Selamat Datang Tahun 2016.

Sebuah Liburan Ke Yogyakarta

21 November 2015

3:48 PM 11/20/2015

Semua manusia pada dasarnya akan melakukan perjalanan ke suatu tempat, baik yang direncanakan atau tidak. Termasuk saya pada sekitar awal tahun 2015 melakukan perjalanan yang bisa disebut direncanakan ke Yogyakarta. Sebuah perjalanan akan bermakna jika, pelaku perjalanan, telah merencanakan segala sesuatunya sebelum sampai tempat tujuan. Bagi saya perjalanan yang direncanakan sebelumnya, lebih baik daripada perjalanan yang tidak direncanakan. Gak lucu kan, kalau kita melakukan perjalanan namun tempat tujuan belum ditentukan. LOL.. Minimal tempat tujuan sudah ditentukan, meskipun yang lain belum direncakan misal aspek tranportasi atau akomodasi.

Langsung saja, kemarin saat ke Yogya sebenarnya bukan tujuan semula, tujuan awalnya adalah ke kota Pasuruan atau tepatnya mau ke Taman Safari II, cuma karena beberapa hal akhirnya tujuan diubah ke Yogyakarta. Total hari yang dihabiskan adalah 3 hari 2 malam, menginap di sana selama 2 malam.

Hari pertama, berangkat menggunakan taksi ke Stasiun Purwosari kemudian naik Kereta Pramex dan selama di Yogya menggunakan motor sewa yang banyak ditawarkan di kota tersebut. Untuk sewa motor, sebagai pihak penyewa meninggalkan 3 identitas sebagai jaminan serta difoto oleh pihak penyewa. Setelah makan siang perjalanan dilanjutkan ke hotel yang telah dipesan sebelumnya. Hari pertama di Yogya dihabiskan untuk istirahat dan berkeliling di sekitar hotel saja.

Hari kedua, kunjungan ke pantai Parangtritis dilakukan. Perjalanan ke ujung selatan sambil menikmati suasana jalan yang dirasa lengang karena di hari tersebut merupakan hari masuk kerja. Selesai menikmati suasana pantai, perjalanan dilanjutkan dengan balik kanan kearah utara untuk menikmati menu jamur di sebuah tempat makan di daerah Sleman. Rasa capek di motor terbayar dengan suasana warung yang begitu enak dan nyaman, terdapat iringan lagu askutik juga di siang itu. Usai dari tempat makan, perjalanan dilanjutkan dengan berkunjung ke tempat saudara untuk bersua dan bersilaturahmi.

Hari ketiga, hari terakhir perjalanan ditentukan ke Kebun Binatang GembiraLoka Yogyakarta. Suasana pagi hari masih cenderung sepi dan tenang belum banyak pengunjung membuat kunjungan tersebut sangat menyenangkan. Dari sekian koleksi hewan Gembiraloka, koleksi satwa burungnya bagi saya yang menarik. Salah satunya burung Kakatua jambul kuning, yang pada hari itu ada kesempatan untuk berfoto dengan satwa burung tersebut. Selesai dengan Gembiraloka, perjalanan dilanjutkan dengan checkout hotel serta ke Stasiun Tugu sekaligus mengembalikan motor sewa. Akhirnya perjalanan ke Yogya diakhiri dengan kembali ke Solo menggunakan kereta Pramex kembali.

Sebagai gambaran, saya rekapkan pengeluaran selama melakukan perjalanan ke Yogya.

rincian pengeluaran perjalanan yogyakarta - jalansolojogja.wordpress

Rincian dan total di atas tidaklah mutlak, bisa berubah dan diubah tergantung kondisi dan lokasi. Untuk hotel, saya pesan melalui web reservasi online yang sekarang sangat banyak jumlahnya, saya ambil paket yang sudah sekaligus sarapan pagi. Lokasi hotel saya pilih yang sepi, karena ingin merasakan suasana lingkungan yang rada sepi.

Demikian adanya pengalaman perjalanan saya kali ini. Sebuah perjalanan yang tidak akan dilupakan dan akan selalu menjadi sebuah kenangan selama badan masih sehat. Rencanakan sedetail mungkin dan serapi mungkin, serta selalu siapkan rencana cadangan jika rencana awal tidak bisa dilakukan sesuai harapan. Tujuan, transportasi, akomodasi bagi saya adalah hal yang paling utama untuk direncanakan sedetail mungkin. Semoga sedikit ini dapat membantu pembaca jika ingin melakukan perjalanan ke suatu tempat. Salam.

Warung Makan Omahan

27 September 2015

12:28 PM 9/27/2015
Selamat datang teman.
Telah hadir di Solo, Warung Makan Omahan. :thumbup:
Melengkapi pilihan anda dalam menentukan tempat dan menu dalam bersantap-riang.
Kunjungi dan dapatkan penawaran menarik dalam soft-opening 28 September – 10 Oktober 2015

warung makan omahan - soft opening 2015

Jangan lupa, Warung Makan Omahan, Jalan Bhayangkara No 63, Solo. (Utara Bundaran Baron) .๐Ÿ˜€๐Ÿ™‚

Apakah kita = bot?

24 January 2015

1:30 PM 1/24/2015
sebuah percakapan di sore itu (entah tahun kapan) dengan (mantan) kepala (bekas) unit saya..

pak bos: “gawean kog ra entek-entek yo mas.. nambah terus n ngono-ngono ae”
saya : “iyo pak, rutinitas kantor kadang boseni.
pak bos: “iyo mas, nak dituruti terus ra bakal mulih-mulih awake dewe”.
saya : ~ sok inggris “we are like bot in fuckin system, pak”
pak bos: “nah.. iyo mas. kudune njenengan nak wis duwe pikiran koyo ngono..”
“… isoh metu saka kantor, dadi usahawan.’
saya : “hahaha.. iyo pak, kapan2. ”

kita manusia, apakah sama dengan bot? dalam artian saya yang sederhana, bot diciptakan untuk melakukan sesuatu prosedur secara berulang-ulang, mereka melakukan rutinitas yang sudah diciptakan si empunya. Pertanyaan yang saya selalu tanyakan, apakah kita sama, dalam artian bukan dari sisi pikiran tapi dari sisi rutinitas dunia kerja.๐Ÿ™‚ Bagi saya, jawaban bisa jadi iya.. (kalo saya sih i–yes..) :v

Saya jabarkan sekelumit rutinitas saya,
Pagi, morning briefing dan doa. hidupin komputer, duduk, ambil data, liad berkas, olah dan kerjakan. Surat menyurat ke bagian lain, atau disisipin sedikit adu argumen dengan bagian lain.

bot

Bayangkan dengan Bot, misal dia dibuat untuk melakukan prosedur ghost protocol, halah.. malah judul film. Saya koreksi, bot yang melakukan prosedur, misalkan menggabungkan sebuah komponen ke mesin, secara terus menerus. Setiap menit, bot itu melakukan prosedur tersebut berulang. Bisa sampai seharian, ato bahkan mingguan, bulanan. Seperti rutinitas yang kita lakukan bukan.

+ Om, tapi kan beda. kita manusia, sedangkan dia (ro)bot.
– Iya, dek.. itu kan Om bahasnya rutinitasnya, yang kita lakuin selalu sama. –”

Sistem yang saya bahas, adalah saya anggap sebagai lingkungan kerja. Kita adalah bot, di sebuah sistem. Saya bekerja di sebuah lingkungan, saya beradaptasi, akhirnya itu menjadi rutinitas saya. Apakah bisa saya ubah sistem tersebut? dalam skala kecil saya bisa bilang bisa, untuk secara skala besar, saya bilang belum sanggup dan belum mampu. Artinya dalam sistem tersebut dalam kendali saya, saya bisa mengubahnya. walopun dalam skala kecil. namun untuk skala besar, saya belum sanggup. Karena akses saya terbatas. Akhirnya saya pun kembali kerutinitas saya lagi di sistem tersebut.

Jadi, menurut saya, disadari ato tidak, kita menjalankan rutinitas yang selalu sama. Saya, bisa bilang setiap minggu ngejar bis solo-semarang, masuk kerja, pulang, tidur, dan lain sebagainya. Itu rutinitas yang tanpa kita sadari, kita lakukan walaupun kadang kita merasa jenuh. Yak, disadari atau tidak kita bisa jenuh juga terhadap rutinitas tersebut.

Ok, sebagai penutup, bahasan di atas tidak perlu diperdebatkan. Apalagi dibawa tidur sampai ke alam mimpi. :lol . Yang penting kita bekarya untuk kita sendiri, keluarga, masyarakat dan bagi orang-orang yang membutuhkan sehingga kita bisa bermanfaat untuk makhluk lain.๐Ÿ™‚

Salam.
1:59 PM 1/24/2015

Solo – Semarang

10 May 2014

3:04 PM 10/19/2013

Ketemu lagi dengan saya, setelah diniatkan dalam hati akhirnya tergerak juga untuk menulis tulisan-ulasan seputar jalur darat yang sudah saya tempuh selama kurang lebih 2 tahun ini. Berawal dari tulisan saya di “Semarang dalam 1-2 hari” ternyata memang Yang maha Kuasa mengarahkan hidup saya ke ibukota Jawa tengah, kota semarang. Semarang tanpa saya jenuh menyebutnya merupakan bagian segitiga emas, joglosemar.

Di sini saya akan mengupas sedikit seluk beluk jalur solo semarang dalam pandangan ane. Tidak seperti di tulisan jalur solo jogja, saya tidak akan menyajikan data lampu lalulintas (bang-jo) terlalu banyak bro..๐Ÿ˜€ dan lebih banyak saya ceritakan melalui pengalaman menggunakan angkutan bus bukan motor, karena memang saya jarang melibas jalur ini dengan sepeda motor. Balungan tuwo, cepet pegel dan ngantuk kalo perjalanan jarak jauh.

10:03 AM 5/10/2014

Oke teman, jangan bingung liat tanggal di atas, itu cuma jam saat saya melanjutkan tulisan ini. (Di notepad tinggal tekan F5 maka akan muncul jam berapa saat anda mengetik. 10:04 AM 5/10/2014, nah lho ini muncul lagi. sekali lagi tekan F5 10:21 AM 5/10/2014.. haha :v). Kembali saya sambung tulisan saya tentang jalur Solo – Semarang. Secara teknis kota yang akan dilewati adalah Solo – Kartasura – Boyolali – Salatiga – Bawen – Ungaran – Semarang. Kota2 kecil tidak perlu saya sebutkan saja di sini, karena saya juga tidak terlalu hapal. hehe. Perjalanan ke Semarang dari Solo dengan naik bus merupakan hal yang menarik. Bus Solo – Semarang banyak “merknya” dan “pilihannya”. Naik bus dapat dari terminal atopun dihentikan di tengah jalan (yang penting bus tidak saat kondisi kejar-kejaran dengan bus sebelah). Bus trayek Solo-Semarang bisa dibagi berdasarkan jumlah kursinya, kursi seat 2-2 atau 2-3. kalo 3-3 mas? tidak ada dek, itu skor sepakbola.. kalo 0-0 pakdhe? kalo itu skor kaca mata dek berarti :hammer:. Udah lanjut lagi deh, sepengetahuan saya bus Solo-Semarang semua ber-AC (cmiiw), air conditioner bukan angin cendela ato angin cepoi-cepoi, jadi tidak ada cerita berkeringat di dalam bus.๐Ÿ™‚

Kembali ke masalah kota yang dilalui bus ini, ane yakin jika dari Solo, Terminal Tirtonadi adalah terminal pemberangkatan (maklum bos, tidak pernah naik dari Solo). Berangkat menyusuri jalan, pasti akan berhenti di seberang rumah sakit Panti Waluyo-Solo, ngetem lagi sebentar. Lanjut lagi melewati Solo Square-Solo bablas sampe Kartasura. Sebelum jam 4 sore, bus biasanya akan masuk terminal (belok ke kanan/ke arah utara (menuju bandara adi soemarmo) dari perempatan besar Kartasura), tetapi selepas jam 4 sore, biasanya sih langsung lurus melewati pasar kartasura – tugu kartasura – bangjo ngasem – trus bablas ke Boyolali. Kalau pas saat rame (misal nih, libur gandeng 3 hari, ato akhir pekan, jangan berharap banyak ke semarang naik dari kartasura bisa dapat kursi, biasanya alamat sudah berdiri-alias latihan upacara kalo temen ane bilang). :V.

Dari kartasura bus ini pasti akan melaju ke Boyolali, kenapa saya bilang pasti ke Boyolali, karena kalo bus ini belok kiri di Tugu Kartasura berarti anda bukan naik bus Solo-Semarang tetapi naik bus Solo-Jogja.. oh.. ternyata kamu salah jurusan… ##haha.. Menuju kota susu sapi- Boyolali, bus bergerak merayap. Macet? tidak bos.. memang jalannya naik sedikit demi sedikit. Di Boyolali bus tidak lewat kota, melainkan akan lewat jalur lingkar yang biasanya dilewati Bus dan truck. Setelah itu bus masuk ke terminal Boyolali. Nurunin penumpang dan naikin penumpang.๐Ÿ™‚ Lepas terminal Boyolali perjalan di lanjutkan, menyusuri jalan yang mulai berkelok-kelok dikit. naik turun dikit dan trus bablas.. Bablas kemana pakdhe? Kalo saya sih bablas tidur.. lha masih lama kok perjalanannya.. haha. Tak berapa lama bus masuk ke daerah Ampel dan lanjut ke Salatiga. Terminal Tingkir akan disinggahi bus jika hari belum sore/malam. Jika sudah sore menuju malam hari, bus hanya akan berhenti di sisi jalan tanpa masuk ke terminal. Bus berangkat kembali lewat kota Salatiga, ABC belok kiri. Bus Solo-Semarang tidak (belum ada) lewat jalur lingkar salatiga. Oke, bus sudah kembali ke jalan yang benar, maka daripada itu mari kita lanjut tidur lagi.. zzzz…

Setengah perjalanan lagi bus ini finish di tempat tujuannya. Lewat Salatiga bus akan masuk ke terminal Bawen, pertemuan jalur dari Solo atau Jogja menuju ke Semarang. Di Terminal Bawen, bus biasanya ngetem sebentar dan ada juga yang tidak masuk ke terminal. Tidak lama kemudian bus akan kembali melanjutkan perjalanan. Menerabas jalur pada Karangjati dan Ungaran, kalo sepi biasanya sih sopir akan gas pol di sini. Karena biasanya selepas Bawen jarang penumpang naik bus ini. Di sekitaran Karangjati, jika bus penuh, biasanya akan banyak kursi kosong karena kebanyakan penumpang bus kebetulan pas banyak karyawan-karyawan pabrik yang kembali ke tempat bekerja. Di ungaran, (melewati gerbang Bandungan), biasanya kondisi lalu lintas merayap mungkin pas banyak yang kembali ke Semarang ya, jadinya padat kayak arus balik. Di RS Ungaran bus akan belok kiri, mengambil jalur Bus, tidak melewati kotanya. Jalur bus ini akan bertemu di “taman unyil” entah kenapa di sebut begitu saya pun juga belum tahu sejarahnya.๐Ÿ™‚

Lewat Taman Unyil bus akan melewati Watu Gong (daerah Kodam Diponegoro), dan hola.. Terminal Banyumanik. Silahkan turun di sini yang mau turun di sini, kalo saya lanjut di depannya, turun di Sukun.๐Ÿ™‚ Perjalanan panjang sekitar 2,5 – 3 jam itu berhenti di Sukun, karena selanjutnya saya meneruskan perjalanan dengan naik angkot

serba serbi :

#
Pasti ada yang tanya busnya cuma nyampe sukun mas? Tidak mas, hanya supir bus dan Tuhan yang tahu kemana bus akan berhenti. lol. Bus trayek ini ada 2 kemungkinan berhenti, di terminal Mangkang dan terminal Terboyo. Beda PO beda juga pemberhentian terakhirnya. Dan kalo malam bus akan ada yang lewat Kota, tidak lewat tol. tapi saya sendiri belum pernah ikut bus lewat kota pas malam. karena saya selalu turun di Sukun. Bertanya saja ke kondektur bis, mereka akan menjelaskan lewat mana, atau biasanya akan ditanyai selepas Bawen, siapa yang lewat Kota.

#
Pakdhe, lha tarifnya berapa sekarang? dari tadi gak ada pembahasan tarif? O, iya, kelewatan.. haha. untuk tarif, berfariasi mas untuk PO satu dengan yang lain. Di saat tulisan ini saya buat, 12:22 PM 5/10/2014, untuk PO T##### & R##### S#####, Solo-Semarang seat 2-2 20.000,- , yang pasti ada yang harganya 25.000,- tapi PO apa saya lupa dan tidak ingat, karena saya sendiri selalu naik yang masih 20.000,- hehe. Untuk R#### S##### yang seat 2-3 Solo-Semarang 15.000,-

#
Bos, lha kalo yang jurusan Surabaya-Semarang itu bijimana? Ada tho? Ada mas, PO E## dan S##### K, buka trayek Surabaya-Semarang via Solo. Untuk tarifnya, saya hanya tahu yang E##, sama 20.000 untuk Solo-Semarang. Untuk PO yang satunya jarang naik dan lupa berapa tarifnya.๐Ÿ™‚

#
Pakdhe, busnya 24 jam gak pakdhe? Walah, kalo ini saya belum pernah membuktikan. Konon kadar yang beredar dan desas desusnya memang 24 jam, tapi POnya apa, ane tidak tahu. Kalo pernah denger dari kondektur E##, dari POnya paling pagi dari Semarang jam setengah 2 pagi, paling malem sebelum jam 12 masih ada tapi tepatnya jam berapa lupa, yang pasti di belakang karcis bus ada jadwalnya dari Po tersebut.

#
Mas, itu bus nya PATAS kan mas? Iya patas, bukan berarti penumpangnya terbatas. Tapi realitanya ada yang berdiri bahkan sampai penuh busnya. Yang sudah biasa naik trayek Solo-Semarang biasanya sudah paham, kalo bus trayek ini dalam kondisi tertentu memang penuh dan sampai berdiri. Kondisi tertentu, yang pasti libur panjang minimal tiga hari, kalo sabtu minggu penuh tapi masih tidak sepenuh pas libur panjang. Dan kalo pas libur panjang 3 hari misalnya, jika anda berdiri, siapkan fisik, karena jangka waktu berdiiri bisa jadi akan lama. Pengalaman saya, paling lama Semarang-Kartasura berdiri, paling banter cari sandaran punggung di kursi-kursi bus.

#
Om, om, lha kalo sampe berdiri gitu pas naik bis, ada gak alternatif lain ke solo selain naik bis? bisa naik kereta mas, silahkan gugling untuk jadwalnya. ato travel mungkin juga ada.๐Ÿ™‚

#
Sekedar info tambahan, Semarang-Bawen sudah terhubung melalui Jalan Tol. Jadi, bagi yang bawa mobil pribadi bisa lewat jalan tol, lebih cepat dan menghemat waktu. Keluar tol di Bawen, pas seberang Terminal Bawen. Dari pengalaman, masuk tol dari semarang- pintu tol gayam sari, keluar di Bawen, kalo tidak salah hitung waktu tempuh 30-60 menit. Lebih memangkas waktu tempuh daripada lewat jalan biasa. Untuk tarifnya tol gayamsari 2.000,- – tol undip 2.000,- tol ungaran – 6,500,- dan tol bawen 7,000,-. cmiiw, semoga bermanfaat.

Sekian tulisan saya ini, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. selamat jalan dan selalu hati-hati di jalan.๐Ÿ™‚
Kartasura, 12:50 PM 5/10/2014

1:14 PM 1/24/2015
Ketemu lagi sama saya mas gan.๐Ÿ˜€ Orang yang (isyaAllah) terpercaya perihal trayek Solo-Semarang ato sebaliknya๐Ÿ˜Ž. Jadi begini, saat saya sadar bahwa saya punya blog yang harus saya “belai”. :hammer:. ada postingan tentang trayek Solo-Semarang yang seharusnya saya update untuk beberapa hal.๐Ÿ™‚ Untuk kebeikan bersama, sebaiknya pembaca memperhatikan tanggal saya update tulisan ini, supaya tidak salah informasi. Oke kita mulai saja, kita pasti tahu bahwa harga BBM yang berubah mau tudak mau mengubah tarif bis trayek Solo-Semarang. tidak perlu panjang x lebar, saya sajikan update- langsung

##
+ Om, BBM naik turun gitu, ongkos bis solo-semarang naik turun juga? :O
– Belum dek, ato tepatnya tidak. Maksudnya, belum turun. Kalo naik pasti itu. :v. Ane langsung sebut Inisial POnya aja, sepengeliatan saya yang terakhir, RO### Sa#### seat 2-2 masih 25 ribu, seat 2-3 20 ribu. Untuk po TA#### ane yakin sama 2-2 25 ribu, untuk L## Sa#### sepertinya 25 ribu yang seat 2-2, karena ane jarang naik po tersebut.๐Ÿ˜ฎ. untuk E## trayek surabaya-nan, ane yakin sama 25 ribu juga.
+ Berati gak naik-turun ya om?
– naik turun dek, jalannya yang naik-turun. haha..

Sekian Update dari saya, sampai ketemu di bis. kalo ketemu jangan lupa sapa-sapa.๐Ÿ˜€ hati-hati di jalan, mancing mania… Mantab!!!

+ om.. ini bukan mancing..
– Oh, iya salah. maklum dek, mau mancing ikan belum kesampaian. :hammer:

Bis Solo-Semarang-an… Mantab!!!

###11:48 AM 9/27/2015
##update lagi mas mbak yang butuh info bis Solo – Semarang.
Berdasarkan pengalaman saya, telah terjadi pergeseran tarif. Di mana terdapat PO yang mengenakan tarif 28ribu untuk trayek Solo-Semarang. Sepengetahuan saya adalah PO R####### dan M#####. Untuk PO R#7 saya mengalami sendiri, sementara untuk PO M#5 saya tahu dari cerita pakdhe saya sendiri yang kemarin naik saat libur lebaran Idul Adha (info ini bisa saja salah, kalo salah bisa dikoreksi).

Bergeser pada hal lain, saya mendapatkan pengalaman perihal naik bus ke semarang dari solo, menggunakan armada PO Surabayanan S#, dengan menggunakan seat kursi 2-3 2x naik bis tsb membayar 20ribu ada yang pas dan ada yang pakai kemablian 2ribu. Sebagai Catatan saya naik di Kartasura, berarti tarif yang berlaku untuk kartasura – semarang adalah 18ribu.

Bergeser lagi pada yang lainnya, untuk bis Surabayanan seat 2-2 yang sebelumnya cuma ada PO E#2 sekarang sudah ada opsional lainnya saitu kompetitornya yang juga melayani trayek Semarang-Surabaya PO S#/S# mengeluarkan armada bus seat 2-2. Armada tersebut mempunyai ciri khas yang mencolok. Jika armada seat 2-3 memiliki warna bus dominan biru, maka untuk armada baru ini memiliki warna yang mencolok oranye. Untuk tiket Semarang – Solo 25ribu dengan fasilitas free air mineral.

Cerita free air mineral tersebut, ada hal yang menarik yang perlu saya ceritakan. Free air mineral menurut saya, PO S#/S# bukan yang pertama. Jadi saat bus Surabaya-nan buka trayek ke Semarang, PO E# hanya menggunakan bus seat 2-2, sementara PO S#/S# menggunakan bus seat 2-3, PO E# sudah menyertakan free air mineral dalam tiketnya berupa air mineral kemasan cup/gelas. Ketika PO S#/S# menggunakan armada baru seat 2-2 (yang berwarna orange) dalam tiket mereka dengan harga yang sama, mereka sudah free air mineral botol (ukurannya menurut saya, semoga saya tidak salah, adalah 500ml) ukuran botol tanggung. Setelah sekali naik bus PO S#/S# ada kesempatan saya naik kembali bus PO E## dan yang bikin saya ketawa dalam hati, setelah bayar tiket dan kondektur keliling membagikan air mineral ternyata sudah tidak ucp/gelas melainkan memakai botol dengan ukuran yang sama. (untuk merek air mineral yag dipakai beda merk antara dua PO tersebut). Dalam pikiran saya, penumpang bus dimanjakan begini dengan fasilitas-fasilitas yang membuat nyawan.๐Ÿ˜€ Silahkan dua PO tersebut berperang fasilitas, biarkan penumpang yeng menikmatinya.๐Ÿ˜€ Jadi teringat perseteruan ini seperti saat INTEl vs AMD. ATI VS NVIDIA, yang manan yang lebih bagus? kalo saya yang mana yang memberikan layanan terbaik itulah yang bagus.

Updatenya cukup sekian semoga cukup membantu. Salam.

Arogan

29 January 2014

Arogan..
Arogan..
Arogan..
Arogan..
Arogan..

Semua orang itu arogan teman. Tahukah kamu?
Apa? Belum tahu?! Maka ku beri tahu teman,dengarkanlah..
Si anu itu arogan teman, masak dia gak terima tentang kinerjaku, tentang belajarku.
Aku jungkir balik gini,dia tetap gak terima.
Baginya semua harus sama dan sesuai dengan kemauannya.
Gila kan teman? Mau dipukul rata kita-kita ini teman. Duh.. Tahu gini kemarin mending tanggungjawabku dia kerjain saja. Toh kan sama-sama mau dipukul rata.
Ah yasudahlah, cuma orang kemarin sore aku teman, gak bakal didengerin. Atau mungkin,aku dianggap arogan juga sama si anu? Ah biarlah..
Mending kembali merapal lagi aja aku.. Arogan..arogan..arogan..arogan..arogan..arogan..arogan..arogan..arogan..arogan…arogannnnnn…!!!
Bajing nnnnn..!!!

Percaya

19 October 2013

inilah aku, serpihan hidup yang tak dianggap
udara yang tidak akan dihirup
air yang tidak akan diminum
nama yang tidak akan dikenang.

semua sudah kulakukan,
apa balasanmu?
semua sudah kulalui,
inikah tanda terima kasihmu?

percuma waktu yang terbuang,
ato mungkin yang terlewati
jika selalu engkau beginikan aku..

sebuah kepercayaan yang tulus,
yang aku dambakan.

19:06 PM 02/01/2013

~ habis bongkar data pc kantor, lupa kalo pernah nulis kayak gini, terlalu sayang jika tidak di publish.๐Ÿ™‚

Bersyukurlah

25 April 2012

Oke.. Sepertinya lama saya sudah tidak memperbaruhi tulisan saya. Ditengah rutinitas kerja (like a bot at fvcking system) yang tinggi bermacam kejadian menginspirasi saya. Namun sayang,semua rontok dtengah jalan.
Sebenarnya sebuah hal yang selalu mengusik benak saya, adalah tentang bersyukur. Kenapa? Manusia pada dasarnya memang makhluk yang selalu tidak puas. Selalu selalu dan selalu menginginkan banyak hal yang melebihi kemampuannya untuk memenuhinya.
Sayapun tidak memungkiri kadang kepala saya mendongak ke atas melihat derajat orang lain lebih tinggi dari saya. Bermimpi untuk menjadi setara. He. Namun disaat itulah ketika melihat orang lain di posisi lebih bawah dari posisi saya (baca:susah) maka di saat itulah pikiran saya kembali, bahwa hidup itu kadang di atas kadang di bawah. Semua orang sudah ada porsi masing-masing. Tidak puas atas apa yang kita dapat itu wajar, tetapi tidak bersyukur atas apa yang kita dapat itu kurang ajar.
Jadi menurut hemat saya, daripada melihat ke atas terus-terusan lebih baik dikurangi dan mulai bersyukur atas apa yang kita peroleh sembari tetap berusaha memenuhi kebutuhan kita yang lain..:-)

Semoga bermanfaat.
Salam.

Digelapnya kamar,20120425

Wawancara Kerja

10 December 2011

Sudah lama sepertinya saya tidak menulis di blog lagi..๐Ÿ˜€
G adil rasanya jika blog ini terlupakan, sementara saya harus berkutat dengan perkerjaan saya..๐Ÿ˜€
Karena blog ini tanpa saya sadari, telah menjadi “teman” saya…

Ok, di sini saya hanya berbagi pengalaman yang saya dapat dari mata dan telinga saya.. Wawancara kerja, tidak dipungkiri kadang seseorang ketika mendengar wawancara kerja, dalam pikirannya tergambar sebuah fase tanya jawab yang menegangkan (karena memang menentukan arah kedepannya).

Saya pernah membantu seleksi pegawai baru kantor, saat tahapan wawancara. Dalam ruangan tsb, pewawancara (pejabat kantor) setelah selesai mewawancarai, berkata. “Kog kayaknya hari ini tidak ada yang meyakinkan ya pesertanya. Dari sikap duduk aja tidak ada yang tegas. ”

Sebuah pernyataan yang cukup menggelitik saya. Sikap duduk? Apakah ada yang salah dengan sikap duduk pesertanya? saya tidak tahu.๐Ÿ˜€ Karena saya tidak memperhatikan.. :p Yang pasti dari pernyataan tsb, saya hanya berpendapat bahasa tubuh dapat menceritakan semuanya kepada penanya.. Jadi ketika dalam proses wawancara, menurut saya, pastikan posisi badan tegap, dan tidak terlalu banyak bergerak atau membuat gerakan.. (seperlunya saja).. itu sih menurut saya..๐Ÿ˜€ Yang pasti bikin diri anda senyaman mungkin tanpa mengurangi “ketegasan” anda dalam proses wawancara.

Dan juga saya singgung sedikit tentang surat lamaran kerja.. Pesan saya, pastikan anda menulis posisi yang akan anda lamar adalah sesuai yang dibutuhkan atau tertera di media pengumuman.. Jangan membuat istilah baru, misal posisi yang dibutuhkan Kiper, yang ditulis adalah Penyerang.. karena dari pengalaman, surat lamaran yang posisi lamarannya tidak sesuai langsung dikesampingkan..๐Ÿ˜€ Jadi cermatlah dalam membuat surat lamaran..๐Ÿ˜€

OK, sekian dari saya.. sedikit pengalaman ini semoga dapat membantu teman-teman yang akan berkutat dengan dunia kerja..๐Ÿ˜€

Pita Kejut di Kartasura

19 August 2011
Pengguna jalan raya Solo-Jogja dikagetkan dengan kehadiran pita kejut (dapet istilah dari koran, sering disebut marka kejut, polisi tidur ato sebutan lainnya :D) yang dibuat di depan Markas Grup 2 Kopassus Kartasura. Saya sendiri saja baru mengetahui hal itu di pagi hari pada tanggal 11/8/2011, saat melintasi jalur lambat di pagi hari dan terkesima dengan pemandangan kandaraan yang padat arah ke selatan (jogja) yang sepertinya tidak lazim sebelumnya. Usut punya usut, ternyata mereka sedang melalui pelan-pelan pita-pita itu. Truk gandeng, bus, kendaraan pribadi dan motor, semua berjalan pelan melewati pita kejut tersebut. Dan dari beberapa sumber yang saya tanyai, pembangunan pita tersebut sudah sejak 2 hari sebelumnya. (Setahu saya yang bangun pita tsb dari Bina Marga, baca dikoran lokal, kalo salah mohon dikoreksi)
pita kejut di kartasura jalan solo jogja
Layaknya sebuah keputusan politik,๐Ÿ˜€ , hal ini juga pasti menimbulkan pro kontra di mata pengguna jalan yang sering melintasi jalur tersebut. Ada yang meminta keputusan tsb ditinjau ulang, ada yang meminta dikurangi ketinggiannya, bahkan ada yang minta sekalian saja tiap 100 meter di kasih pita kejut. lol. Namun ada juga yang mendukung, yang mengaku bahwa sekarang menyeberang di jalan tsb lebih mudah karena kehadiran pita kejut tsb.

Bagaimana dengan saya?๐Ÿ˜€ Pita kejut di buat di 2 ruas jalan, baik yang menuju ke Solo, maupun menuju ke Jogja, namun hanya dibuat di ruas jalan yang berada di depan Markas Grup 2. Saya baru 2x melewati (mencoba) pita kejut tsb, yang menuju arah Solo (arah ke utara, ada 3 buah pita kejut). sementara yang arah ke selatan (jogja), saya belum pernah melewatinya maklum pilih jalur lambat sambil jalan santai menikmati suasana jalan.๐Ÿ˜€ Saya baca dari koran, pita kejut tsb tingginya 4 cm sudah dikurangi 1 cm dari sebelumnya yaitu 5 cm.

pita kejut di kartasura jalan solo jogja
Saya pribadi sih senang-senang aja di kasih pita kejut tsb, ada manfaat yang saya dapat๐Ÿ˜€ yang paling utama, menyeberang sekarang lebih gampang..๐Ÿ˜€ Walaupun ketika saya melewati pita kejut tsb, saya harus mengurangi kecepatan (paling rendah) dari motor. No offense.. :p

Oleh sebab itu, ketika anda melewati jalan solo jogja depan Grup 2 Kopassus kartasura, silahkan berhati-hati dan mengurangi kecepatan kendaraan anda. Apalagi anda yang berencana mudik lebaran besok (melewati ruas jalan tsb), sebaiknya anda sudah mengetahui informasi ini..๐Ÿ™‚


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.