Teman dan cinta di sekitar kita

Tidak lengkap bila saya tidak sedikit berbicara mengenai pendapat saya tentang teman dan cinta. Kenapa saya mem-posting hal ini ?? Karena akhir2 ini, ato sudah lama sekali saya merasa terdapat hal2 yang telah terjadi dapat digunakan untuk pembelajaran. Kadang sampai risih telinga mendengarkan kabar2 yang berseliweran tidak jelas, haha..

OK, saya mulai saja. 2 tahun saya mengamati keadaan lingkungan saya, ada berbagai macam cerita. Misal temanku si-K dengan tegas mengatakan,”Prinsipku, aku gak mau cari pacar 1 kampus. Ntar terjadi campur aduk waktu, kapan sebagai pacar ato sebagai teman. Ntar malah campur aduk tanggung jawabku juga”. Aku mengangguk, membenarkan. Lain temanku yang lain, si-W, “Lah, tu temenmu, selalu dekat dengan cewek di kampus. Padahal dia udah punya cewek. Habis deket dengan si-0, trus si-7, trus sekarang…”. Ok, aku juga membenarkan hal itu. Terakhir kemarin, ada juga yang bertanya, “si-F tu terlalu pilih2 pho?? Sampai sekarang kok masih belum ada kabar jadian…”. Bagiku, mungkin iya pilih2, mungkin juga tidak..

Bahkan terjadi perang dingin, dengan satu target diperebutkan banyak orang. Padahal yang memperebutkan berteman, satu lingkungan kerja, satu lingkungan organisasi. Entah teman biasa atau teman akrab. Antara kakak angkatan dengan yang lebih muda..

Saya tidak akan menilai mana yang benar dan mana yang salah. Semua punya alasan sendiri2 mengenai hal2 di atas bagi pelaku. Bagi saya teman, penting. Namun kekasih juga sama penting. Temanku yang tidak mau berpacaran dengan cewek satu kampus, bagiku ingin menjaga keprofesional-an dia ketika di kampus. Misalkan saja dia punya pacar satu kampus, terus sama2 panitia sebuah acara kampus. Disinilah letak permasalahannya. Dia tidak ingin mencampuradukkan waktu antara pacar dengan organisasi.

Trus, kalo temenku yang gonta-ganti deket dengan ce, tu mah urusan dia. Aku gak akan pernah mau tahu alasan dia gonta-ganti dekat ma ce (ce2 tu temenku, temennya si-W juga, bahkan si-W juga pernah masuk ke jajaran ce2 itu :)). Semua tahu dia punya ce, tapi pasti selalu deket dengan seseorang di kampus. Menurutku, dia hanya punya rasa simpatik aja yang lebih atau di atas normal terhadap ce2 itu. Mungkin aja si-W merasa dicampakkan, karena setelah di tinggal, dia gantian deket dengan si-0 yang notabene teman dekat si-W. Nah lo….!?!?!?!

Kalo masalah ce yang dinilai pilih2 itu??? Menurutku, dinilai dari sisi ce itu, belum ada saja yang menembak dia.. Yang mengejar memang banyak, tapi mungkin saja tidak ada yang menyatakan perasaan kepadanya.. hehe.. “Ah, kalo suka ya bilang saja, gak usah malu2…”, temanku menyahut. Sabar bung… Bisa saja seperti itu kalo kita tidak mengenal budaya, atau malah yang sebenarnya yang bernafsu dan mau itu malah anda sendiri, yang mengucapkan hal tadi ???

Bagiku, para pejuang cinta tersebut memegang budaya gak enak (pakewuh, -bahasa jawa), terhadap teman yang lain. pikir mereka, lebih baik kehilangan target, daripada kehilangan teman (sahabat baik, bahkan). Atau mungkin si ce juga mengetahui hal ini, jika dia menerima salah satu dari mereka, maka dapat berkibat muncul benih2 ketidaksukaan yang berakibat pecahnya suatu komunitas. Mungkin karena inilah, si-ce belum jadian sama seseorang.

Sempat saya melihat reality show di salah satu tv swasta, klien mencurigai ce-nya yang dinilai telah selingkuh. Investigasi beberapa hari mendapatkan bahwa ce-nya jalan dengan orang lain yang tidak lain adalah temen deket dari klien. Di sinilah perpecahan dan hampir terjadi pertengkaran. Klien memilih meninggalkan ce-nya dan sahabatnya. Si ce mengatakan, “Kalo mau menyalahkan, salahkan aku!! Jangan si dia (co barunya). Gua butuh baju, ke salon juga..”. Temen deketnya bilang, “Ini realitas men, dia (si ce) butuh gw…”. Tanpa banyak kata, klien memilih meninggalkan mereka. Terlihat si ce membutuhkan pemenuhan materi dari co barunya, yang mungkin saja tidak dapat dipenuhi oleh co yang sebelumnya. Entah siapa yang harus di salahkan..

Hal itu pun dapat terjadi dalam lingkungan kita, terlepas reality show tersebut asli ato hanya rekayasa saja..

Kalau keadaan seperti ini terjadi, bersiap-siap kehilangan teman, kehilangan cinta atau bahkan kehilangan keduanya dan segalanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: