Leibauraan Pas di Ketep Pass

Rabu, 23 September 2009. Saat pikiran kalut dan suasana hati yang semrawut di pagi hari, tiba2 muncul ide gila untuk pergi menikmati keindahan pegunungan. Kuajak temanku, Adi Soeheng, dan dia mau. Mempertimbangkan posisi, 2 tempat jadi pilihan antara Ketep Pass via jalur Selo – Boyolali atau ke Tawangmangu – Karanganyar. Karena saya belum pernah ke Ketep Pass, maka pilihan jatuh ke Ketep Pass via jalur Selo – Boyolali, kita pergi ke barat. Yang pasti bukan untuk mencari kitab suci, tapi untuk menenangkan hati.

Kita berangkat sekitar pukul 10-an dengan mengendarai honda star kesayangan saya🙂. Panas?? hanya di awal2 jalan saja, karena kita menuju daerah ketinggian, sehingga lama kelamaan juga dingin.. Sempat bersua dengan teman satu smp-sma di SPBU (Usut di usut, ternyata satu tujuan. Mereka tidak tahu kalo kita juga ke Ketep. Tetapi mereka ngedate dengan pacarnya masing2..). Bensin 10 ribu, (Insyaallah) cukup untuk Kartasura – Ketep pp. Sempat mampir ke salah satu toserba untuk mencari baterai alkaline AA untuk kamera digital kesayangan yang sudah hampir pasti membutuhkan energi baru. Tapi sayang kehabisan stok, kita memutuskan untuk mencari di toko selanjutnya (baru berhenti di pasar Cepogo, untungnya ada toko yang jual alkaline..).

Jalur menanjak sudah mulai di Boyolali kota. Untung, ada navigator yang memberitahu ke mana saya harus berbelok dan mengingatkan tentang kecepatan saya jikalau dinilai terlalu berbahaya (papan penunjuk arah juga jelas kok..). Secara rute, kata teman saya, sama dengan Tawangmangu, tapi jalannya lebih halus Tawangmangu (dan sepertinya juga lebih ramai Tawangmangu pengguna jalannya).

Setelah Pasar Cepogo, jalan sudah mulai berkelok-kelok. Namun perasaan tegang karena jalan yang naik turun, terbayar dengan pemandangan yang cukup memuaskan mata. Bahkan jika anda mau berhenti sejenak di salah satu tikungan setelah Pasar Cepogo, di sana terdapat wahana permainan “Flying Fox”. Tikungan tersebut merupakan tikungan “Irung Petruk”, cukup curam. Namun untuk harga wahana Flying Fox, kurang tahu, karena tidak bertanya kemarin. Kami memutuskan beristirahat sejenak sekaligus untuk beradaptasi untuk jalan selanjutnya yang dirasa cukup curam. Sembari beristirahat, tidak lupa kami mengabadikan keindahan pemandangan.

Perjalanan kami lanjutkan. O iya, terdapat pemandangan yang cukup menggelitik. Di banyak titik tepi jalan, anda akan mendapati banyak “live show” pasangan yang sedang dimabuk cinta dan asmara (semoga bukan nafsu). Entah 1 pasang atau 1 rombongan. Entah biasa saja ato yang luar biasa adegannya (kalo kemarin sih cuma liat yang rangkulan aja yang paling “hot”, semoga besok meningkat. Haha..). Hitung saja sebagai bonus dari perjalanan ini. Di saat tertentu, akan nampak keindahan bukit di sisi kiri anda. Kita juga melewati beberapa desa, jadi bukan hanya jalan yang kanan kirinya ladang/jurang. Setelah itu, kita akan menemui pos restribusi. Rp 1000 untuk motor, entah untuk mobil. Pos ini ada di pintu masuk dan pintu keluar sebuah desa. Yang pasti Pos ini resmi – bukan pungli. Kalo anda merasa lelah, terdapat tempat persinggahan untuk beristirahat. Di situ, banyak digunakan pengendara untuk beristirahat sembari menikmati bekal yang mungkin telah mereka persiapkan dari rumah. Namun, kami tidak mampir dan memilih untuk melanjutkan perjalanan.

Satu jam mengikuti jalan dan membaca papan petunjuk yang tersebar di setiap persimpangan jalan, akhirnya sampai di Ketep Pass.

Setelah antri sejenak dan membayar Rp 8000 untuk parkir dan tiket masuk, kita tiba di area Ketep Pass. Berhubung saat libur Lebaran, suasana di Ketep Pass ramai. Namun yang pasti, masih ada tempat untuk bernafas dan menikmati keindahan pemandangan alam sekitar. Di area Ketep Pass, terdapat Volcano Theatre & Restaurant, Patung Garuda, Gardu Pandang, Pelataran Panca Arga, Volcano Centre. Tidak ketinggalan terdapat warung – warung pedagang yang menawarkan jagung bakar maupun makanan lainnya. Jadi anda dapat menikmati hangatnya jagung bakar sembari memanjakan mata anda menikmati keindahan alam. Ketika anda di Ketep Pass, anda akan menemukan jasa penyewaan teropong untuk melihat pemandangan, termasuk Gunung Merapi. Namun sayang, kabut saat itu sedang turun. Sehingga tidak terlalu jelas.

Kata Adi, “Belum rejekimu, Ko. Kabutnya lagi turun, gunungnya gak kelihatan.” “Nyantai Di, yang penting bisa menikmati suasana pegunungan..”, jawabku. Bisa menenangkan hati, sembari mencari keberadaan dia yang tanpa diduga juga sedang berwisata menikmati keindahan Candi Borobudur di saat itu juga. Miss U ..🙂

Sekitar 2 jam kita berada di Ketep Pass, kita memutuskan untuk pulang. Melewati jalan yang sama ketika berangkat. Gerimis sempat menemani kami dalam perjalanan pulang. Untungnya hanya sebentar..🙂

Sedikit saran bagi anda yang mau ke Ketep Pass atau melewati jalan sejenis..

1. Safety riding. Siapa tahu kanan kiri anda jurang. Sebaiknya jangan melepas helm anda, banyak pengendara motor melakukan hal ini karena ingin menikmati udara pegunungan. Tidak ada salahnya waspada. Bagi anda yang melakukan konvoi motor, pastikan leader anda tahu bagaimana harus memimpin suatu rombongan konvoi.
2. Jangan melanggar marka jalan. Terutama di tikungan. Karena sepi bukan jaminan aman untuk melanggar marka jalan.
3. Light On. Sebaiknya sepeda motor melakukan hal ini, terutama ketika melewti daerah berkabut.
4. Jaga Jarak. Ketika di jalur menanjak curam, jaga jarak dengan kendaraan di depan anda. Pengalaman ketika pulang dari Ketep Pass, sebuah mobil Toyota Kijang yang berhenti di tengah tanjakan, dan sempat mundur karena pergantian ke gigi rendah yang gagal.
5. Istirahat. Jika sudah lelah, lebih baik menepi istirahat. Sembari menenangkan pikiran, jikalau terlalu tegang karena pertama kali melewati jalur pegunungan yang karakteristiknya naik – turun dan curam.

* Dan malam harinya, hatiku bertambah parah kalut..
* Sudah kembali lagi sekarang..🙂

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: