Seluk-Beluk Contek-Mencontek

Pekan ujian (ujian akhir semester) telah lewat. Pikiran dan konsentrasi yang sebelumnya terpusat pada materi kuliah dan segala sesuatunya, sekarang kembali ke proporsi semula. Sebuah kegiatan yang telah dijalani pasti meninggalkan kenangan baik yang menyenangkan maupun sebaliknya. Yang pasti tetap menarik untuk dikenang maupun diceritakan.

Dalam ujian, berbagai kejadian selalu terjadi menjadikan semua itu sebagai pengalaman pribadi. Dari peserta (mahasiswa) yang terlambat, tidak membawa kartu ujian bahkan tertidur di kelas. Waktu ujian yang pendek juga menjadi salah satu pengalaman. Sebuah ujian kemarin hanya berdurasi 15 menit. Untungnya hal tersebut berbanding lurus dengan kesulitan soal, di mana hanya 1 soal yang diujikan. Hehe.. Namun yang selalu umum terjadi dalam sebuah ujian adalah (beberapa/oknum) peserta yang (berusaha) melakukan praktek contek-mencotek.

jalan solo jogja - contek mencotek
Semua orang pernah contek-mencontek, itu menurut saya. Entah sebagai pelaku langsung atau tidak langsung. Saya tidak akan mengelak, saya juga pernah mencontek. Pernahkah anda ingat waktu sekolah, guru anda ketika waktu ujian berlangsung berkata, “Dilarang mencotek!!” atau, “Kerjakan sendiri, berusaha sendiri.”, atau sejenisnya. Pernahkan terlintas dalam benak pikiran anda, apakah bapak/ibu guru tersebut juga mengerjakan sendiri semua ujian pada waktu beliau sekolah atau saat yang lainnya. Bukan prasangka buruk, bukan sebagai pembelaan/pembenaran juga. Namun hal itu saya gunakan sebagai pengalih pikiran saya ketika kondisi memaksa saya untuk mencotek.

Tidak jarang beberapa teman berkata, “Wah.. Gak bisa nyontek tadi di dalam..” ato “Wah, si itu ternyata pelit setengah mati. Tidak mau dicontek sedikitpun..” Bagaimana dengan pengalaman anda??

Dalam pandangan saya, mencotek bisa menjadi perkara mudah namun terkadang menjadi perkara susah. Mudah bila proses mencotek lancar, berjalan tanpa hambatan. Susah bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mencontek dapat dikatakan membutuhkan keahlian, kelihaian. Mungkin juga anda dapat menggunakan istilah social engineering (semoga benar tulisannya :)). Dengan social engineering yang bagus, anda (mungkin) dapat memiliki hal yang anda inginkan. Bahkan hacker (cracker) dapat menembus sistem, dengan menggunakan social engineering terhadap orang2 yang berhubungan dengan sistem tersebut disamping menggunakan keahlian-keahlian lain.

jalan solo jogja - contek mencotek
Anda dapat bersosialisasi dengan teman yang posisinya berdekatan dengan anda dalam ujian. Bukan sebagai sumber utama jawaban ujian anda (anda tetap harus yakin dengan dan menggunakan kemampuan sendiri), namun sebagai back-up anda ketika anda menemui gang buntu dalam mengerjakan ujian. Ketika mencotek, selalu gunakan adab dan etika yang baik.

1. Jangan pernah memaksa teman anda untuk segera memberikan jawaban yang anda mau. Posisi teman anda sama dengan anda, mereka juga ingin menyelesaikan jawaban mereka terlebih dahulu baru yang lain. Jadi anda harus bersabar menunggu jawaban teman anda. Gunakan waktu dengan bijak, misal dengan tetap berusaha mengerjakan sendiri. Sekali lagi jangan pernah memaksa teman anda memberikan jawaban pada awal-awal waktu, apalagi setelah beberapa saat ujian dimulai. Sebagian orang tidak menyukai hal tersebut.

2. Jangan membandingkan jawaban. Yang saya maksudkan adalah ketika anda meminta jawaban kepada teman anda, usahakan (saran saya jangan pernah lakukan ini) jangan bertanya balik, “Jawabanmu benar gak?? Jangan-jangan ngawur..” atau, “Bukannya jawabannya harusnya B??” 2 pertanyaan bodoh yang sering saya dengar ketika beberapa teman saya mencotek. Kenapa pertanyaan bodoh?? Karena yang bertanya dalam posisi mencotek, intinya jawabannya apa tulis saja. Kalo mau diperbaiki (diganti) jangan pernah mengeluarkan kalimat-kalimat bodoh seperti di atas. Cukup lihat, kalo setuju cepat tulis. Kalo tidak, tidak usah komentar – cukup diam saja.

Kejadian seperti ini terjadi pada ujian kemarin. Ketika seorang teman menanyakan jawaban sebuah no. Saya perlihatkan jawaban saya, dan dia berkata,
“Itu benar gak itu?? Atau ngawur??”. Dalam hati, saya berkata,
“Cangk*man, garek tulis kakehan ny*ngkem..” (Ribut aja, tinggal tulis..)
“Ntar aja lah..” dia menjawab. Tidak ambil pusing, setelah saya selesai menjawab semua soal, saya meninggalkan kelas tak peduli tuh orang sudah menjawab no yang ditanyakan tadi apa belum.

3. Tenang dan jaga suasana tetap tenang. Anda ujian tidak hanya modal mencontek saja kan?? Anda tetap harus belajar, entah materi yang anda pelajari masuk atau tidak. Itulah mengapa ketika mencotek harus tetap menjaga kondisi tetap tenang. Kalau tidak akan menarik perhatian pengawas yang menyebabkan anda tidak dapar berkutik sedikitpun. Sikap anda juga harus tenang, tidak tegang. Dalam beberapa kesempatan saya mendapati beberapa teman yang tidak tenang (takut) ketika akan mencontek. Entah dengan jalan bertanya ke teman atau melihat catatan kecil yang telah mereka buat. Mereka urung melakukan hal tersebut karena tidak tenang, terbagi konsentrasi mereka dengan pengawas ujian.

4. Ucapkan terima kasih. Anda berhasil mencotek dari teman anda, jangan lupa mengatakan terima kasih kepada teman anda yang membantu anda di dalam tadi. Menurut saya, hal tersebut dapat diartikan sebagai sebuah bentuk kecil penghargaan dari kita untuk teman kita. Tidak usah berlebihan, secukupnya saja. Misal, “Thanks ya.. Semua yang di ujian tadi..” kalau perlu tawarkan senyum anda yang ramah, barangkali yang memberi contekan tadi gebetan anda. Hehe…

Dalam suatu kesempatan anda mungkin benar-benar buntu. Tidak dapat mencotek, padahal soal sulit dan anda tidak mengetahui bagaimana memecahkan pertanyaan tersebut. Di sini, anda harus yakin kepada kemampuan diri sendiri, bahwa anda mampu mengerjakan soal tersebut.

jalan solo jogja - contek mencotek
Oh ya, terdapat pernyataan menggelitik. Di mana terdapat pandangan “mencotek itu korupsi”. Menurut saya tidak. Secara umum, memang perbuatan di atas merupakan perbuatan tercela. Namun, menurut saya hal itu tidak bisa di sejajarkan. Bagi saya korupsi lebih sangat keji, karena mengambil yang bukan hak kita dan merugikan banyak pihak. Terlebih korupsi sering dilakukan dengan kebohongan publik. Mencotek dalam artian saya, dilakukan dengan persetujuan. Di mana pencontek tetap akan meminta jawaban secara terus terang terhadap pemberi jawaban. Jadi tidak ada pihak yang dirugikan. Jadi tidak dapat disamakan mencotek dengan korupsi, itu menurut saya..🙂

Mencotek jangan dijadikan prioritas utama, jadikan sebagai back-up saja ketika anda menemui buntu.. Dan ketika anda mencotek, tetaplah menjadi pencotek yang beretika dan beradab..

/*selalu hargai kemampuan diri anda sendiri setinggi-tingginya*/

Tags: , , ,

One Response to “Seluk-Beluk Contek-Mencontek”

  1. Tweets that mention Seluk-Beluk Contek-Mencontek « Solo – Jogja -- Topsy.com Says:

    […] This post was mentioned on Twitter by Adhi Prasetia, septoadhi. septoadhi said: hemm… RT @adhipras: Seluk-Beluk Contek-Mencontek http://is.gd/7h0HV >:) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: