Pantai Ngrenehan

13 Juni 2010

Pantai Ngrenehan, sebuah pantai indah di Wonosari. Begitu tenang ombaknya, tidak seperti layaknya pantai-pantai lain di Yogya yang ombaknya cenderung besar. Perjalanan yang memakan waktu sekitar 1 – 1,5 jam dari kampus. Bersama-sama konvoi naik motor dengan teman-teman Himakom Ilmu Komputer UGM melalui Prambanan. Akses jalan lumayan bagus, lubang jalan hanya sebuah batu sandungan kecil. Jalur yang naik-turun curam dimulai di Bukit Bintang – sebuah tempat yang indah untuk menyaksikan gemerlap kota Yogya di malam hari. Menuju pantai Ngrenehan sendiri akan melewati jalan desa yang cukup bagus. Namun semakin mendekati pantainya, karakter jalan sempit yang naik-turun curam, sehingga dibutuhkan konsentrasi dari pengendara.
pantai ngrenehan yogyakarta
Semua lelah dan rintangan yang dirasakan, terbayar ketika kita sampai di lokasi. Pantai Ngrenahan, sebuah pantai yang diapit oleh dua tebing di sisinya, sehingga karakter lautnya tenang-berombak kecil. Garis pantainya tidak panjang, namun suasana pantai yang tenang membuat pikiran merasa lega melepas kepenatan rutinitas harian. Di Pantai Ngrenehan banyak bersandar perahu-perahu nelayan yang sedang tidak melaut. Anda dapat menikmati suasana sambil duduk di pasir atau duduk santai di salah satu perahu tersebut.🙂
pantai ngrenehan yogyakarta

pantai ngrenehan yogyakarta

pantai ngrenehan yogyakarta

Di Pantai Ngrenehan terdapat beberapa warung, anda yang lapar dapat memesan dengan menu khas pantai berlauk ikan. Namun, mungkin karena garis pantai yang dibilang tidak panjang (sempit) sehingga Pantai Ngrenehan tidak terlalu banyak dikunjungi wisatawan atau pemerintah daerah belum memaksimalkan potensi pantai tersebut. Sehingga fasilitas pendukung tidak seperti pantai-pantai lain di Yogya. Seperti kamar mandi yang bisa dihitung jari, penerangan di malam hari yang minim, tempat ibadah yang tidak terawat-cenderung rusak. Di Pantai Ngrenehan, di sekitar lokasi perahu-perahu nelayan yang bersandar rapi akan ditemui banyak tumpukan kepiting mati. Yang sepertinya memang tersangkut jaring nelayan ketika melaut, sehingga akan ditemui bau yang khas-amis. Kalu kata salah seorang teman saya, “Kog kaya bau terasi yo??” Haha..:)
pantai ngrenehan yogyakarta

pantai ngrenehan yogyakarta

pantai ngrenehan yogyakarta

Hari semakin sore, ketika sang nelayan bersiap harus kembali ke peraduannya di laut. Menangkap ikan yang telah disediakan oleh alam.
pantai ngrenehan yogyakarta

pantai ngrenehan yogyakarta

Dan ketika sang mentari sudah selesai menunaikan tugasnya di hari itu, sang malam bersiap mengawal senja itu. Seperti ketika sang pantai melepas nelayan-nelayan tersebut ke peraduannya, begitu juga kami yang harus kembali ke peraduan kami, di penatnya suasana kota.

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: