Nota itu bernama Nota Protes!!!

Menjelang peringatan kemerdekaan 65 tahun kemerdekaan Republik ini, kembali kedaulatan negari ini diinjak-injak oleh tetangga yang sering mengatakan saudara serumpun itu.. (SEKALI NEGARA MALING TETAP NEGARA MALING!!!) Petugas KKP yang melakukan tugasnya rutin, menangkap nelayan malingshit yang melanggar batas negara ketika mencari ikan. Dalam pengakuannya kemudian, mereka tidak tahu jika telah memasuki perairan Indonesia, karena kapal mereka terbawa arus laut. Masalah muncul ketika anggota polisi dianal malingsial tiba-tiba muncul dan meminta anggota KKP untuk membebaskan nelayan malingshit tsb. Anggota KKP tidak menuruti permintaan tsb, dan polisi dianal malingsial tsb menembak tembakan peringatan 2x ke arah kapal KKP. Tiga anggota KKP ditangkap polisi dianal malingsial dibawa ke jonthor, malingsial. Sementara anggota KKP yang lain membawa nelayan malingshit tadi ke kantor.

Disinilah kembali kedaulatan negeri ini di usik tetangga samping. Tetangga yang tak pernah tahu cara berterima kasih. Tetangga yang selalu mengatakan bahwa kita adalah saudara serumpun. Tetangga yang suka mengklaim sepihak wilayah kita. Sipadan – Ligitan (resmi lepas), Ambalat, dan sekarang Tragedi KKP merupakan beberapa contoh. Jika boleh berpendapat, polisi dianal malingsial tsb telah melanggar batas wilayah negara Indonesia dan memasukinya, serta menembaki kapal KKP di perairan Indonesia. Kenapa saya simpulkan polisi dianal malingsial memasuki wilayah perairan Indonesia bukan petugas KKP yang berpatroli keluar wilayah Indonesia?? Karena nelayan yang ditangkap petugas KKP itu telah mengatakan dalam pemeriksaan di kantor, bahwa mereka tidak memasuki wilayah perairan Indonesia karena terbawa arus laut saat itu. Berdasar keterangan tsb, kelakuan polisi dianal malingsial telah ikut serta melanggar batas wilayah perairan, serta melaukan provokasi di wilayah Indonesia. Sebuah perbuatan yang tidak akan dibenarkan dan tentunya melanggar hukum..

say no to nota protes
Pemerintah negeri ini mungkin bisa bersabar dengan “kenakalan saudara biadab” tersebut. Tapi bagi ada warga negara Indonesia yang telah habis kesabarannya terhadap “tetangga biadab” ini. Langkah-langkah dan tindakan pemerintah yang dinilai masyarakat terlalu lunak menjadi pemicu beberapa gerakan “ganyang malingsial” di berbagai daerah. Kejadian-kejadian tsb selalu berujung pada “NOTA PROTES” pemerintah kita kepada negara bersangkutan. Surat resmi dari pemerintah kita yang berisikan tentang protes keras kita terhadap suatu masalah yang terjadi antara negara kita dengan negara bersangkutan.

Apakah cara tersebut berpengaruh?? Iya untuk sementara, tidak untuk jangka panjang. Cara ini tetap tergantung kemampuan diplomasi negara ini. Jika diplomat-dipomat negara ini tidak memiliki taring di luar, sama saja tidak ada artinya. Jika kekuatan negara ini (politik-pertahanan) lemah, sama saja.

Andaikan saja, pertahanan (alutsista) negara kita kuat, mengirim nota protes bisa menjadi sesuatu yang sangat memukul bagi negara penerima (terutama tetangga sial kita). Kirim nota protes, sembari di perbatasan gelar alutsista kita. Ini akan memilik efek yang lebih menggentarkan. Mungkin perang bukan pilihan utama dan seharusnya menjadi pilihan terakhir bagi negeri ini, tapi sikap ketegasan tetap negeri ini butuhkan untuk menghadapi tetangga-tetangga sial macam malingsial tsb.

Ingat!! Kehidupan di dunia ini tidak mengenal kawan atau lawan abadi!! Yang ada kepentingan abadi!!

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: