Awu…

Ketika merapi meletus pada jumat dini hari (5 november 2010), gelombang pengungsian bertambah banyak. Lerusan itu berdampak hebat bagi warga yang tinggal di sekitar lereng merapi. Sleman, Klaten, Boyolali dan Magelang yang warganya dalam radius tidak aman diungsikan ke dalam radius aman.
pray for indonesia - jalansolojogja.wordpress.com

Awu, sebuah kata dari bahasa jawa yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah abu. Dan Awu juga, sebuah nama yang diberikan kepada seekor anak kucing yang berada di pos relawan ugm di mugkid magelang. Sebuah seloroh dari seorang kawan, “Wu, haruse kamu di dapur umum, kenyang.. Bukan disini.. Adanya mengeong terus…” Saya benarkan juga perkataan tersebut, jika saja awu tersebut datang ke dapur umum yang jaraknya tidak seberapa jauh, pasti selalu kenyang.

Beberapa hari di derah Mungkid, sungguh terasa bagaimana hujan abu yang lebat dapat membuat rutinitas harian warga mau tidak mau harus berhenti. Pepohonan, persawahan, jalanan dan bangunan yang terutup debu menjadi saksi bisu kedigdayaan abu mrapi. Pepohonan serasa ikut berduka dengan mengatupkan ranting-rantingnya. Bangunan yang struktu bangunannya tidak kuat dapat ambruk karena tidak dapat menahan beban abu yang terakumulasi.

pray for indonesia - jalansolojogja.wordpress.com
Warga yang berada dalam jarak radius tidak aman, di ungsikan ke tempat2 mengungsi yang lebih aman. Dan Warga yang dalam radius aman, tetap tidak dapat beraktifitas secara maksimal, karena hujan abu yang ada. Abu yang mengendap di jalan membuat jalan bergelombang, ketika siang hari jarak pandang sangat terbatas. Dan jika hujan turun, jalanan akan sangat licin, yang tentunya berbahaya bagi pengendara yang tidak berhati-hati. Di mana sarana-sarana publik seperti pasar, juga terkena imbasnya. Sehingga transaksi jual-beli dapat dikatan lumpuh sementara.

Seperti dalam pendapat saya yang telah saya kemukakan, semua elemen warga bersatu. Pemerintah (daerah), TNI dan masyarakat bahu-membahu melakukan apa yang mampu dilakukan di daerah bencana untuk meringankan korban. Pemda maupun kelompok lain melakukan pendataan pengungsi dan kebutuhannya untuk menyajikan data yang akurat bagi para dermawan yang ingin membantu. Serta melakukan pendataan bantuan yang tersedia/diberikan dari instansi tertenti yang kemudian disalurkan ke posko pengungsian yang membutuhkan. Atau instansi tersbut cuma mau data dan langsung menyerahkan bantuan langsung ke poskonya.

Dari TNI, unsur Bekang membuat dapur umum di lapangan Mungkid untuk menyuplai kebutuhan makan pengungsi di sekitaran Mungkid. Sementara jika tidak salah, dari Kostrad bahu membahu membersihkan jalan (kalo boleh sebut, mungkin jalan2 utama), tidak lupa sebuah mobil berat (entah namanya apa) dari Zeni AD ikut membersihkan jalan dari abu yang menumpuk. Rombongan ibu-ibu (PKK mungkin), mahasiswa turun membantu di dapur umum. Mengupas bahan makanan untuk dimasak menjadi pemenuhan kebutuhan makan pengungsi.

Semoga bancana segara meninggalkan negeri ini agar semuabisa kembali seperti sedia kala.

#prayforindonesia

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: