Tiga Semester

Alhamdulillah.. Itulah kata yang terucap dari dalam benak saya, setelah dinyatakan lulus (dengan revisi) oleh dosen penguji dalam sidang ujian tugas akhir. Yah, setelah berkutat lama dengan laporan dan sistem, akhirnya sebentar lagi saya (dan teman-teman lain yang lulus) akan menyandang gelar baru, AMd. Yang jelas bukan “Ahli memanipulasi data” yang seperti sering didengungkan oleh teman-teman sebagai bahan bercandaan, tapi Ahli Madya.πŸ˜€

Teringat ketika tahun kedua saya di kampus, saat berkumpul dengan tetua-tetua kampus, dan tentunya sedang bercanda tentang TA (TA adalah bahan candaan di kampus bagi teman-teman saya yang sudah mengambil TA). Salah seorang alumni yang masih sering malang melintang di kampus, memberi gambaran tentang waku penyelesaian TA. “1 bulan anda mengurung diri di kamar dan mengerjakan skripsi pasti selesai.” Saat mendengarkan penjelasan itu, dalam benak saya berkata “WOW!! Ternyata cepat juga ya ngerjakan TA.” (dalam pemahaman ane, TA = Skripsi, walaupun sepertinya berbeda.. :D)

Atau saat di lain waktu, saya bertemu dengan kakak tingkat yang juga sedang mengambil skripsi. Dia berkata, “Kalau sedang ngerjain skripsi gini, kalo disuruh buat tabel penjadwalan, aku pasti akan mengalokasikan 3 bulan untuk mengumpulkan semangat.” Dan tentunya kami semua yang mendengarkan tertawa.. Itulah yang sering kami sebut dengan guyon tugas akhir.. (candaan TA)πŸ˜€ Dan ketika saya mengalaminya, ternyata mengerjakan Tugas Akhir (TA) memang merupakan suatu pengalaman yang tidak akan pernah dapat dilupakan. Kadang menimbulkan sikap pesimis tentang tugas akhir yang sedang kita kerjakan, di satu sisi menimbulkan sikap optimis bahwa tugas akhir yang kita kerjakan mampu selesai.

Saya pribadi mengambil mata kuliah tugas akhir selama 3 semester. Di semester pertama saya mengambil tugas akhir, saya masih mengambil 21 sks mata kuliah lain (karena tugas akhir ini saya ambil lebih awal 1 semester). Dalam benak saya, tugas akhir saya bisa saya kerjakan sambil kuliah dan praktikum. Ternyata kenyataan berkata lain, saat mengajukan judul ke dosen pembimbing, beliau berkata bahwa judul itu sudah sering di ambil dan dengan sukses saya pun diminta cari judul lain. Di saat itulah, saya melepas beban tugas akhir saya dan berkonsentrasi ke 21 sks mata kuliah lain yang sedang saya ambil agar mendapat nilai maksimal.

Di semester berikutnya, saya mengajukan judul baru dan disetujui oleh dosen pembimbing saya. Saat itulah saya mulai benar-benar berkonsentrasi dengan tugas akhir saya. Antara laporan dan sistem bergantian saya kerjakan. Saat pikiran buntu, jalan-jalan saya lakukan, untuk melepas penat. Atau bertukar pikiran meminta pendapat dengan teman atau kakak jika menemui masalah dengan tugas akhir saya. Bukan namanya tugas akhir jika di tengah jalan tidak ada hambatan. Dosen pembimbing saya, ternyata dalam perjalan membimbimbing harus berhenti di tengah jalan dikarenakan beliau yang melanjutkan study ke negera impian saya bisa berkunjung ke sana (dibaca : inggris). Dan masa rehat mengerjakan tugas akhir pun di mulai lagi, karena saya harus mengurus perpindahan dosen pembimbing baru. Sekitar 3 minggu mungkin ada waktu rehat tersebut, lumayan lah..πŸ˜€

lulus ujian sidang pendadaran d3 himakom ugm komsi yogyakarta 2007 kelas a
Saat masa-masa bimbingan kembali berlangsung, ternyata gunung merapi kembali erupsi. Sehingga rektor UGM mengeluarkan keputusan meliburkan aktivitas kampus beberapa waktu. Hal itu saya pergunakan untuk mengerjakan laporan dan tentunya membantu pengungsi bencana merapi. Setelah kampus kembali masuk dengan beberapa kali bimbingan, akhirnya sekitar pertengahan desember tugas akhir saya di setujui dosen pembimbing untuk diajukan ke sidang ujian tugas akhir. Yes teriak saya. Rasa senang, takut dan berdebar menjadi satu di pikiran saya. Sempat terbesit dalam pikiran saya, seandainya kalo bisa hari sidang bertepatan dengan ulang tahun saya, bisa menjadi kado bagi saya..πŸ˜€ Tapi ternyata kenyataan berkata lain, hari ujian saya di awal Januari. Tidak masalah, yang penting saya menjalani ujian tugas kahir dan alhamdulillah dinyatakan lulus.πŸ˜€ Untuk masalah ulang tahun, saya mendapatkan sesuatu yang lebih menyenagkan..πŸ˜€ Ucapan selamat, doa dari orang tua, mbak dan tentunya nona manisku yang telah mengisi banyak hal di setiap waktuku..β™₯β™₯β™₯:D

Setelah sidang, cepat-cepat revisi dan alhamdulillah berjalan lancar. Kemudian mengurus yudisium dan pendaftaran wisuda. Jadi sekarang saya bisa kembali ke kehidupan normal saya.πŸ˜€ Kembali (berusaha) blogging lagi setelah beberapa bulan saya memutuskan untuk berhenti sejenak post di blog dan (berusaha) berkonsentrasi dengan tugas akhir saya.πŸ˜€ (Kecuali post tentang merapi sebelumnya, saya memang memutuskan untuk menulis itu sesegera mungkin setelah merapi erupsi..πŸ˜€

Selama mengerjakan tugas akhir ini, tentang laporan yang saya tulis, ternyata menghabiskan sekitar 1000 buah lebih kertas (A4) ato sekitar dua rim lebih. Dengan rincian, saya konsultasi dengan membawa setiap bab, maksudnya selesai bab 1 maka bab 2 dst sampai daftar pustaka dengan total 134 halaman. Setelah di setujui untuk di ujikan, saya mencetak 4 buah laporan tugas akhir baru (lengkap dengan daftar isi dan lain sebagainya). Di mana 3 buah untuk dikumpulkan sebagai syarat pendaftaran sidang ujian tugas akhir dan 1 buah untuk saya sendiri. Di mana 1 buah laporan setebal 151 halaman. jadi totalnya 604 buah kertas. Saat menunggu hari H, saya merevisi salah satu bab saya, karena ada kesalahan (untuk tidak merubah penomoran halaman). Saya mencetak 29 halaman x 4 = 116 buah. trus saat revisi saya mencetak 1 buah laporan setebal 150 halaman, dan setelah di setujui saya mencetak 1 lagi juga setebal 150 halaman juga. Dari sini, saya belajar berhitung, berapa total kertas yang saya habiskan dalam proses tugas akhir ini. Dengan rincian berikut : laporan pre acc 1 buah, laporan acc 4 buah, bab 4 perubahan 4 buah, revisi 2 buah. Totalnya = 134 + 604 + 116 + 300. Jadi total kertas yang saya habiskan adalah sekitar 1154 lembar atau sekitar dua rim lebih. Itu total yang ane ingat detailnya, mungkin masih ada lembaran-lembaran lain yang belum terhitung. Jumlah yang lumayan juga untuk diloakin..πŸ˜€

Terlepas itu semua, saya tetap berucap syukur alhamdulillah atas semua yang terjadi. Saya juga berterima kasih kepada Allah swt, orang tuaku, mbak, saudara2 ku, nona manisku yang special..β™₯β™₯β™₯πŸ˜€, teman-teman dan pihak-pihak yang mambantu saya secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan laporan tugas akhir saya ini.

Ok, itu saja yang saya ingin bagi kali ini dalam tulisan ini..πŸ˜€ Kalo ada tambahan, pasti saya tambahkan. Kalo ada kekurangan, maka saya akan diam saja.. haha.. Semoga bermanfaat bagi anda yang membaca..πŸ˜€

Sebuah kata bijak yang penulis dengar dari teman di kampus, berguna bagi anda yang sedang menempuh tugas akhir

“tugas akhir itu seperti lari marathon. tidak akan berhenti jika anda belum mencapai garis finish.”

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: