Siang di lampu merah

siang terik..
kukejar lampu kuning itu..
sial, ternyata tidak sampai..
lampu merah, menyala menertawakanku dengan pongah..
lampu lalu lintas jalan solo jogja
tak berapa lama,
seorang gadis kecil..
mulai menghampiri antrian ini..
“kicik-kicik” yang mulai diayunkan,
dengan suara yang terdengar sumbang..
beradu dengan suara mesin kendaraan..
berharap rupiah berpindah tangan..
dari para dermawan-dermawan yang tengah kepanasan..

bukankah kamu seharusnya sedang duduk di bangku sekolah, dik?
belajar bersama bapak ibu gurumu..
bermain bersama teman-teman sebayamu..
bukan di perempatan ini, berpayung terik sinar matahri..

apakah karena kondisi ekonomi..
apakah memang tuntutan lingkungan..
atau memang jalan nasib..
dalam benakku berdebat tentang ini..
entahlah..

tak terasa, lampu merah telah berganti..
sinar hijau redup itu seakan menjadi tanda..
mempersilahkan kami melanjutkan perjalanan..
dan kulihat adik itu kembali berteduh,
di balik bayang tiang lampu lalu lintas..

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: