Pita Kejut di Kartasura

Pengguna jalan raya Solo-Jogja dikagetkan dengan kehadiran pita kejut (dapet istilah dari koran, sering disebut marka kejut, polisi tidur ato sebutan lainnya :D) yang dibuat di depan Markas Grup 2 Kopassus Kartasura. Saya sendiri saja baru mengetahui hal itu di pagi hari pada tanggal 11/8/2011, saat melintasi jalur lambat di pagi hari dan terkesima dengan pemandangan kandaraan yang padat arah ke selatan (jogja) yang sepertinya tidak lazim sebelumnya. Usut punya usut, ternyata mereka sedang melalui pelan-pelan pita-pita itu. Truk gandeng, bus, kendaraan pribadi dan motor, semua berjalan pelan melewati pita kejut tersebut. Dan dari beberapa sumber yang saya tanyai, pembangunan pita tersebut sudah sejak 2 hari sebelumnya. (Setahu saya yang bangun pita tsb dari Bina Marga, baca dikoran lokal, kalo salah mohon dikoreksi)
pita kejut di kartasura jalan solo jogja
Layaknya sebuah keputusan politik,πŸ˜€ , hal ini juga pasti menimbulkan pro kontra di mata pengguna jalan yang sering melintasi jalur tersebut. Ada yang meminta keputusan tsb ditinjau ulang, ada yang meminta dikurangi ketinggiannya, bahkan ada yang minta sekalian saja tiap 100 meter di kasih pita kejut. lol. Namun ada juga yang mendukung, yang mengaku bahwa sekarang menyeberang di jalan tsb lebih mudah karena kehadiran pita kejut tsb.

Bagaimana dengan saya?πŸ˜€ Pita kejut di buat di 2 ruas jalan, baik yang menuju ke Solo, maupun menuju ke Jogja, namun hanya dibuat di ruas jalan yang berada di depan Markas Grup 2. Saya baru 2x melewati (mencoba) pita kejut tsb, yang menuju arah Solo (arah ke utara, ada 3 buah pita kejut). sementara yang arah ke selatan (jogja), saya belum pernah melewatinya maklum pilih jalur lambat sambil jalan santai menikmati suasana jalan.πŸ˜€ Saya baca dari koran, pita kejut tsb tingginya 4 cm sudah dikurangi 1 cm dari sebelumnya yaitu 5 cm.

pita kejut di kartasura jalan solo jogja
Saya pribadi sih senang-senang aja di kasih pita kejut tsb, ada manfaat yang saya dapatπŸ˜€ yang paling utama, menyeberang sekarang lebih gampang..πŸ˜€ Walaupun ketika saya melewati pita kejut tsb, saya harus mengurangi kecepatan (paling rendah) dari motor. No offense.. :p

Oleh sebab itu, ketika anda melewati jalan solo jogja depan Grup 2 Kopassus kartasura, silahkan berhati-hati dan mengurangi kecepatan kendaraan anda. Apalagi anda yang berencana mudik lebaran besok (melewati ruas jalan tsb), sebaiknya anda sudah mengetahui informasi ini..πŸ™‚

Tags: , , ,

13 Responses to “Pita Kejut di Kartasura”

  1. budi Says:

    Yang membuat polisi tidur tersebut bener2 tolol dan g punya wawasan luas. G mikir efek sampingnya. Gmn kalo waktu lebaran misalnya, akan menambah macet yang lebih parah dan berkepanjangan. Apalagi yang g biasa lewat di situ, pasti akan menjadi penyebab kecelakaan. Astaghfirulloh.

    • yang punya jalan solo jogja Says:

      kemarin lewat di situ sih, mau ada pita kejut ato tidak, tetep aja macet (terutama dari arah jogja ke solo).
      menurut saya, pita kejut itu sebenarnya adalah dampak dari beberapa pengguna motor yang sering cenderung ngebut.. (lumayan panjang antara jarak lampu pertigaan kartasura dengan lampu merah sawit). hal ini sering digunakan untuk memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi, sehingga bisa jadi dan beberapa kali menyebabkan kecelakaan di jalur tsb.. (coba saja lewat di jalur tsb pada pagi hari jam2 berangkat sekolah/kerja, rata2 semua ngebut..
      mungkin dari situlah dibuat pita kejut yang bertujuan untuk mengurangi kecepatan kendaraan di sekitar kawasan tsb, yang cukup ramai untuk aktifitas penyebrangan juga…

      cuma, yang disayangkan adalah belum ada papan petunjuk tentang adanya pita kejut tsb, jadi yang tidak terbiasa lewat situ biasanya tetap main hajar saja..

      no offense..

  2. @HeruLS Says:

    Wah, terima kasih infonya gan. Baru tahu nih.
    Harus pelan, daripada nanti menyiksa kendaraan.

    • yang punya jalan solo jogja Says:

      sip gan.. ane lewat situ beberapa kali, juga pelan2 saja.. sambil menikmati perjalanan..πŸ˜€

  3. ekofitriyuliantoo Says:

    Maaf bagi yang men”tolol”kan pembuat marka kejut, mungkin anda belum pernah tahu informasi korban mati sia-sia di sepanjang jalur depan Kopassus karena pengguna jalan yang ugal-ugalan…

    • yang punya jalan solo jogja Says:

      emang jalur di situ terutama kalo pagi hari pada kenceng2 kecepetannya… pada lupa kalo jalur itu bisa dibilang jalur padat (baca: jalur maut)

  4. kuswanto Says:

    mestinya dipasang rambu2 kalau peringatan atau lampu kuning berkedip sebelum lewat pita kejut tersebut, karena juga membahayakan pengendara yang tidak terbisa lewat jalur tersebut. Pita kejut tersebut terlalu tinggi, harusnya standar seperti kalau kita mau masuk gerbang tol.

  5. kuswanto Says:

    Keselamatan haruslah dari kedua belah pihak baik pengendara maupun pejalan kaki yang akan nyebrang. Pengendara hati2 tidak kebut-kebutan dan penyebrang juga tidak sembarangan nyebrang, lihat kanan kiri aman atau tidak untuk nyebrang.

    • yang punya jalan solo jogja Says:

      Ane stuju bro ttg keselamatan 2 blah pihak..tpi klo pagi hari saat jam2 msk kerja ato sekolah memang bnyak yg ngebut gila..
      Tpi skrg mark kejutny jg ambles..krna aspal baru mngkn blm keras dtambah dlewati kendaraan berat yg mngkn saja muatanny berat..

  6. mLengse Says:

    pita kejutnya udah kempes lagi terutama yg sebelah kiri. mungkin karena sering dilewati dumptruck. πŸ˜€

  7. heri Says:

    idenya ok tapi tanpa rambu atau tanda sama aja boong,tetep aja membahayakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: