Apakah kita = bot?

1:30 PM 1/24/2015
sebuah percakapan di sore itu (entah tahun kapan) dengan (mantan) kepala (bekas) unit saya..

pak bos: “gawean kog ra entek-entek yo mas.. nambah terus n ngono-ngono ae”
saya : “iyo pak, rutinitas kantor kadang boseni.
pak bos: “iyo mas, nak dituruti terus ra bakal mulih-mulih awake dewe”.
saya : ~ sok inggris “we are like bot in fuckin system, pak”
pak bos: “nah.. iyo mas. kudune njenengan nak wis duwe pikiran koyo ngono..”
“… isoh metu saka kantor, dadi usahawan.’
saya : “hahaha.. iyo pak, kapan2. ”

kita manusia, apakah sama dengan bot? dalam artian saya yang sederhana, bot diciptakan untuk melakukan sesuatu prosedur secara berulang-ulang, mereka melakukan rutinitas yang sudah diciptakan si empunya. Pertanyaan yang saya selalu tanyakan, apakah kita sama, dalam artian bukan dari sisi pikiran tapi dari sisi rutinitas dunia kerja.🙂 Bagi saya, jawaban bisa jadi iya.. (kalo saya sih i–yes..) :v

Saya jabarkan sekelumit rutinitas saya,
Pagi, morning briefing dan doa. hidupin komputer, duduk, ambil data, liad berkas, olah dan kerjakan. Surat menyurat ke bagian lain, atau disisipin sedikit adu argumen dengan bagian lain.

bot

Bayangkan dengan Bot, misal dia dibuat untuk melakukan prosedur ghost protocol, halah.. malah judul film. Saya koreksi, bot yang melakukan prosedur, misalkan menggabungkan sebuah komponen ke mesin, secara terus menerus. Setiap menit, bot itu melakukan prosedur tersebut berulang. Bisa sampai seharian, ato bahkan mingguan, bulanan. Seperti rutinitas yang kita lakukan bukan.

+ Om, tapi kan beda. kita manusia, sedangkan dia (ro)bot.
– Iya, dek.. itu kan Om bahasnya rutinitasnya, yang kita lakuin selalu sama. –”

Sistem yang saya bahas, adalah saya anggap sebagai lingkungan kerja. Kita adalah bot, di sebuah sistem. Saya bekerja di sebuah lingkungan, saya beradaptasi, akhirnya itu menjadi rutinitas saya. Apakah bisa saya ubah sistem tersebut? dalam skala kecil saya bisa bilang bisa, untuk secara skala besar, saya bilang belum sanggup dan belum mampu. Artinya dalam sistem tersebut dalam kendali saya, saya bisa mengubahnya. walopun dalam skala kecil. namun untuk skala besar, saya belum sanggup. Karena akses saya terbatas. Akhirnya saya pun kembali kerutinitas saya lagi di sistem tersebut.

Jadi, menurut saya, disadari ato tidak, kita menjalankan rutinitas yang selalu sama. Saya, bisa bilang setiap minggu ngejar bis solo-semarang, masuk kerja, pulang, tidur, dan lain sebagainya. Itu rutinitas yang tanpa kita sadari, kita lakukan walaupun kadang kita merasa jenuh. Yak, disadari atau tidak kita bisa jenuh juga terhadap rutinitas tersebut.

Ok, sebagai penutup, bahasan di atas tidak perlu diperdebatkan. Apalagi dibawa tidur sampai ke alam mimpi. :lol . Yang penting kita bekarya untuk kita sendiri, keluarga, masyarakat dan bagi orang-orang yang membutuhkan sehingga kita bisa bermanfaat untuk makhluk lain.🙂

Salam.
1:59 PM 1/24/2015

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: