Komposisi SDM

Selamat pagi pembaca.. Kembali bersua lagi dalam coretan saya dini hari ini. Sebuah hal yang mengusik pikiran yaitu bila kita berbicara komposisi SDM dalam sebuah perusahaan.

Saya ingat ketika proses perekrutan masih berlangsung, tes wawancara di sebuah kampus di Solo. Sebuah pertanyaan, apa yang akan anda lakukan jika dalam satu unit anda terdapat karyawan yang sudah tidak mampu bekerja? Atau lebih mudahnya disebut malas bekerja/mengalami turun motivasi atau apapun istilah yang sepadan dengan kondisi di atas.

Jawaban saya sederhana, selama saya atau pihak yang berwenang terhadap SDM belum bisa mengeluarkan dia, maka akan saya “pakai” bagaimanapun caranya. Lewat cara memotivasi, ajakan, dukungan agar karyawan tersebut tetap berkontribusi positif. Namun, jika memang tidak bisa berubah atau sama saja, dengan kesadaran akan saya buang/pindahkan/hentikan karyawan tersebut karena menurut pandangan saya, hanya karena oknum begini yang membikin kinerja sebuah unit kurang optimal. Sadis bener ya.😀

Oke itu hanya sebuah pertanyaan, jangan ditelan semuanya. Dan yang menjawab juga bukan ahli dalam bidang SDM.

Tetapi intinya, dalam perusahaan akan ada beberapa divisi/unit. Setiap unit akan memiliki beberapa karyawan dan seorang kepala. Yang saya ingin bahas disini adalah komposisi karyawan dalam sebuah unit. Dalam pandangam saya, komposisi itu hal yang penting dan menarik. Ambil saja seorang fotograger, ketika akan mengambil foto, mereka juga akan menilai sebuah objek yang akan difoto dengan sudut pandang komposisi objek tersebut.

Komposisi SDM bisa ditinjau salah satunya dari komposisi usia. Sebut saja karyawan tua dan karyawan muda. Perbandingam karyawan tua dengan muda disebuah unit ada baiknya seimbang. Jangan sampai terdapat perbedaan yang besar. Misal dari 6 karyawan, 5 tua 1 muda, ataupun sebaliknya. Kenapa begitu? Dalam pandangan saya, proses transfer pengetahuan perihal pekerjaan itu bukan sesuatu yang mudah. Oke, dalam dunia kerja SOP ata juklak mesti ada namun dalam prakteknya bisa ditemukan hal hal yang tidak disebutkan oleh SOP/juklak tersebut. Dengan komposisi usia yang seimbang, maka proses transfer pengetahuan akan bejalan baik.

Komposisi SDM selanjutnya ditinjau dari asal daerah atau domisili. Jika perusahaan anda merupakan jenis kantor yang ada lembur di akhir pekan, saya menyarankan agar komposisi SDM dalam sebuah unit juga perlu dipertimbangkan sesuai asal daerah atau domisili. Hal ini disebabkan karena setiap akhir pekan, ada kemungkinan karyawan perantau mudik ke daerah asal. Atau jika sudah relatif lama, seorang karyawan perantau cenderung memiliki keinginan untuk bisa pindah ke cabang perusahaan yang lebid dekat dengan daerah asalnya.

Itulah sedikit uraian opini saya dalam hal komposisi SDM dalam sebuah unit dalam perusahaan. Apabila memang anda seorang yang bertanggung jawab terhadap SDM sebuah perusahaan, sebuah pertanyaan yang harus selalu anda ingat. “Apakah aku sudah mengenal SDM-SDMku?”

Selamat pagi dan selamat beraktifitas.🙂

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: